Wanita Ini Jual Jiwanya dengan Tanda Tangan Berdarah Demi Boneka Labubu dan Tiket Konser
Proses transaksi jual beli jiwa ini dilakukan melalui beberapa langkah.
Seorang wanita muda di Rusia menghebohkan publik setelah menjual jiwanya dengan harga 100 ribu rubel, setara dengan sekitar Rp18 juta. Uang hasil penjualan itu langsung digunakannya untuk membeli koleksi boneka Labubu dan tiket konser.
Awalnya, tindakan ini merupakan lelucon yang diunggah oleh seorang pakar pemasaran bernama Dmitri di media sosial Telegram, sebagaimana dilansir oleh Oddity Central pada Rabu (17/9).
Ia membuat iklan yang cukup aneh, menawarkan uang sebesar 100 ribu rubel kepada siapa pun yang mau menjual jiwanya melalui kontrak resmi yang ditandatangani dengan darah. Dmitri tidak menduga bahwa ada seseorang yang benar-benar berminat.
Namun, seorang wanita berusia 26 tahun merespons iklan tersebut dan menyatakan ketertarikan. Dmitri pun memenuhi janjinya dengan memposting bukti pembayaran serta foto wanita yang memegang kontrak bertanda darah, meskipun identitasnya disamarkan.
Ia mencatat bahwa seorang wanita bernama Karina telah menyetujui kesepakatan itu.
"Seorang wanita bernama Karina merespons, menerima kesepakatan, menandatangani dokumen, dan menorehkannya dengan darah," tulis Dmitri.
Setelah transaksi yang unik ini, ia membagikan perasaannya.
"Aku baru saja membeli jiwa pertamaku. Rasanya benar-benar seperti Davy Jones sekarang!" ujarnya.
Gereja Ortodoks merespons
Dmitri mengaku bingung mengenai apa yang harus dilakukan dengan jiwa manusia yang baru saja dibelinya, karena eksperimen tersebut hanya dimaksudkan sebagai hiburan semata.
Di sisi lain, Karina menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan nasib jiwanya. Ia mengungkapkan kepada kanal Telegram populer, Mash, bahwa uang yang didapatnya telah ia habiskan untuk membeli koleksi boneka Labubu dan tiket konser penyanyi rakyat Rusia, Nadezhda Kadisheva.
Meski demikian, Gereja Ortodoks Rusia menanggapi isu ini dengan serius. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa wanita tersebut memang telah menjual jiwanya.
"Dia benar-benar menjual jiwanya dan memilih kesesatan," tulis pihak gereja dalam keterangan mereka.
Gereja bahkan memprediksi bahwa Karina akan menghadapi kemerosotan moral, berbagai penyakit, penderitaan, dan bahkan kematian.