Paus Leo Desak Israel Izinkan Truk Bantuan Kemanusiaan Masuk ke Gaza
Paus Leo kembali menyampaikan permohonannya agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Gaza.
Paus Leo XIV mendesak Israel untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, yang hampir tiga bulan tidak mendapat bantuan apa pun.
Dalam audiensi mingguan pertamanya di Lapangan Santo Petrus kemarin, Paus Leo XIV mendesak Israel agar segera mengizinkan truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. Ia menyebut situasi di daerah kantong Palestina itu “semakin mengkhawatirkan dan sangat menyedihkan.”
“Saya kembali memohon dengan sungguh-sungguh untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang adil dan mengakhiri permusuhan, yang harganya sangat mahal dan harus dibayar oleh kematian anak-anak, orang tua, dan orang yang sakit,” kata paus baru itu, seperti dilansir Quds News Network, Kamis (22/5).
Kelaparan sebagai senjata perang
Leo adalah mantan kardinal yang bernama Robert Prevost, ia terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada 8 Mei untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus. Paus baru ini telah beberapa kali menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza pada pekan pertama kepausannya.
Dalam pesan Minggu pertamanya pada 11 Mei, paus baru itu juga menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Sejak 2 Maret, Israel telah menutup jalur penyeberangan utama Gaza, memutus pasokan makanan, medis, dan kemanusiaan. Aksi keji ini menyebabkan bertambah buruknya kondisi kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut laporan hak asasi manusia yang menuduh zionis menggunakan kelaparan sebagai senjata perang melawan warga Palestina.
Dukungan yang diberikan oleh Paus Leo mengikuti jejak Paus Fransiskus yang gencar mendukung warga Palestina dan terus berhubungan baik dengan umat Katolik di Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey