Parlemen Inggris Respons Keras Ancaman Trump Binasakan Peradaban Iran, Desak Cabut Akses Militer AS di Inggris
Beberapa anggota parlemen Inggris merespons keras ancaman Donlad Trump yang mengancam akan membinasakan peradaban di Iran.
Anggota Parlemen Inggris merespons keras ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan binasakan peradaban Iran. Saking menolak keras, Parlemen mendesak Inggris cabut aksses AS ke pangkalan udara Inggris, lapor Anadolu.
Hal itu diungkapkan pemimpin Partai Liberal Demokrat Ed Davey. Ia mengatakan Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi pilihan setelah ancaman mengejutkan terbaru Trump.
"Cabut akses AS sekarang ke pangkalan udara Inggris, atau berisiko membiarkan tanah Inggris digunakan untuk melakukan kejahatan perang," tulisnya di perusahaan media sosial AS X, dikutip middleeastmonitor.com, Rabu (8/4).
Sementara itu, anggota Parlemen Independen Adnan Hussain mengatakan ancaman Trump sebagai kecerobohan dahsyat dan kegilaan yang berbahaya.
"Senjata nuklir di tangan orang-orang gila seperti ini membahayakan seluruh umat manusia. Perlucutan senjata bukan lagi tujuan yang jauh; itu adalah kebutuhan mendesak. Suatu keharusan mutlak," katanya di X.
Dalam unggahan lain, Hussain juga mencatat bahwa Inggris tidak dapat diam-diam memfasilitasi perang sambil mengklaim menjauhinya.
"Penggunaan pangkalan udara Inggris untuk aksi militer AS harus segera diakhiri," katanya, mendesak pemerintah untuk memperjelas bahwa mereka tidak mendukung atau menyetujui "tindakan-tindakan ini."
Senada, anggota Parlemen Independen yang juga mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn dengan tegas memperingatkan pemerintah kami bahwa mereka menyeret Inggris ke dalam perang ilegal dan bahwa konsekuensinya akan dahsyat.
"Cukup. Akhiri keterlibatan Inggris sekarang!" tegasnya.
Sebelumnya, Trump mengancam akan membom pembangkit listrik dan jembatan di seluruh Iran jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan pada Selasa malam pukul 8 malam EDT (0000 GMT Rabu).
Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran belum memperbarui jumlah korban dalam beberapa hari terakhir.
Teheran Balas Serangan Israel
Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Ancaman Trump Binasakan Peradaban Iran
Pernyataannya muncul setelah Trump sebelumnya pada hari Selasa mengancam bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini," karena tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran akan segera berakhir malam ini.
"Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi," tulisnya di platform Truth Social miliknya.