FOTO: Momen Paus Leo Dorong Perdamaian di Jalur Gaza hingga Ukraina, Lantang Serukan 'Tak Ada Lagi Perang!'
Untuk krisis kemanusiaan di Gaza, Paus Leo menyampaikan kesedihannya serta menuntut segera dihentikannya serangan militer & dibukanya akses bantuan kemanusiaan.
Paus Leo XIV mendorong negara-negara besar untuk menghentikan peperangan dan menciptakan perdamaian dunia. Seruan tersebut disampaikan dalam pidato publik pertamanya di depan puluhan ribu umat Katolik yang memadari Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (11/5/2025).
Dalam pidato yang disampaikan dalam bahasa Italia, Paus Leo XIV secara tegas meminta dunia internasional mengakhiri konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina, krisis kemanusiaan di Gaza, serta ketegangan antara India dan Pakistan. Demikian dilaporkan Reuters, pada Senin (12/5).
“Tidak ada lagi perang!” serunya lantang, disambut tepuk tangan ribuan jemaah dan peziarah yang memadati Via della Conciliazione.
Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi “skenario dramatis sebuah Perang Dunia Ketiga yang berlangsung secara bertahap,” menggemakan peringatan yang pernah disampaikan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus.
Pernyataan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua, sebuah tragedi global yang menewaskan lebih dari 60 juta jiwa.
Menurut Reuters, Paus Leo juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas penderitaan rakyat Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengusulkan dialog langsung dengan Kyiv guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun.
“Saya membawa dalam doa saya seluruh penderitaan bangsa Ukraina yang tercinta. Semoga tercipta perdamaian yang otentik, adil, dan langgeng,” tuturnya.
Untuk krisis kemanusiaan di Gaza, Paus Leo menyampaikan kesedihannya yang mendalam dan menuntut segera dihentikannya serangan militer, dibukanya akses bantuan kemanusiaan, serta dibebaskannya semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas.
Selain itu, pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut menyambut positif kabar gembira mengenai gencatan senjata sementara antara India dan Pakistan yang berhasil dinegosiasikan secara maraton semalam.
“Saya berdoa agar langkah ini menjadi awal dari perjanjian damai yang permanen di antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir,” ujarnya dikutip Reuters.
Dengan pesan yang kuat dan sarat empati, Paus Leo XIV menegaskan posisi Vatikan sebagai suara moral dalam percaturan geopolitik dunia. Seruannya menjadi angin segar di tengah ketegangan global, dan diharapkan mampu mendorong para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata dan mengutamakan dialog.