Wamen BUMN Bongkar Rencana Aksi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, agar Indonesia bisa segera bebas dari virus, ada beberapa faktor pengungkit yang harus dijalankan dengan baik.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Wamen BUMN Bongkar Rencana Aksi Pemerintah Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Mansury. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Setahun sudah pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Kegiatan fisik masih belum bisa dilakukan dengan leluasa. Pun, aktivitas ekonomi masih belum bisa bangkit dengan sepenuhnya.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, agar Indonesia bisa segera bebas dari virus, ada beberapa faktor pengungkit yang harus dijalankan dengan baik.

Pertama, intervensi kebijakan di bidang kesehatan. Selain memperketat 3T (tracking, tracing, testing) dan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker), pelaksanaan vaksinasi juga penting dilakukan, bahkan menjadi game changer.

"Intervensi sektor kesehatan ini harus, termasuk vaksinasi terhadap 181 juta penduduk Indonesia. Kemudian, 3T yang lebih baik terutama di wilayah yang beresiko lebih tinggi," jelas Pahala dalam webinar Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan SWF, Kamis (4/3).

Faktor pengungkit kedua ialah kebijakan mendorong masyarakat tetap bertahan hidup serta alokasi recovery kitnya. Misalnya, bantuan perlindungan sosial, subsidi listrik, subsidi kuota internet hingga relaksasi kredit.

Setelah masyarakat bertahan hidup, mereka diharapkan dapat melakukan restrukturisasi keuangan rumah tangga mereka. "Selain itu juga reformasi birokrasi, seperti adanya UU Cipta Kerja dan aturan turunannya," jelas Pahala.

Faktor ketiga ialah kontribusi dari BUMN. Melalui BUMN, pemerintah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi. Misalnya, subsidi listrik melalui PLN, penjaminan kredit melalui Jamkrindo hingga restrukturisasi kredit melalui bank-bank Himbara.

"Selain itu BUMN juga akan terus melakukan investasi, seperti Pertamina yang akan invest USD 10 miliar tahun ini, lalu PLN juga akan invest. Hal ini diharapkan tidak hanya menjadi jump start ekonomi, namun juga pengembangan bisnis model baru untuk kegiatan ekonomi di jangka pendek dan menengah-panjang," jelas Pahala.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

Rekomendasi