Dalam rangka kegiatan Sherpa Track, para delegasi Presidensi G20 di Indonesia akan mengunjungi pusat industri digital Indonesia 4.0. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kunjungan tersebut untuk memperlihatkan digitalisasi yang dijalankan di Indonesia.
"Mereka (para delegasi) akan mengetahui level daripada digitalisasi yang dilakukan di Indonesia," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers Sherpa Meeting, Presidensi G20, Bali, Selasa (7/12).
Dari agenda tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi dan aspirasi sekaligus mendorong kerja sama di sektor digital. Sehingga digitalisasi di Indonesia bisa lebih cepat dan efektif dalam menangkap potensi ekonomi digital yang pada tahun 2024 diperkirakan mencapai USD 125 miliar.
"Kerja sama di sektor digital agar kita bisa melompat ke depan," kata dia.
Dalam hal transformasi digital, Menko Airlangga menyebut Indonesia memiliki beberapa percontohan. Selain itu pemerintah juga mengutamakan infrastruktur digital berupa fiber optik, satelit atau teknologi terbaru.
"Indonesia akan mengutamakan terkait dengan digitalisasi dan infrastrukturnya," kata dia.
Advertisement
Sementara itu, terkait dengan transisi energi, pemerintah ingin mengembangkan energi yang lebih berkelanjutan. Maka, dalam hal ini juga diperlukan berbagai teknis pembahasan infrastruktur energi.
Menko Airlangga mengatakan selama Presidensi G20, Indonesia merekomendasikan kebijakan-kebijakan yang lebih bisa dirasakan masyarakat atau pro rakyat, konkret, dan dapat diterapkan. Sehingga diharapkan prototipe atau pilot project bisa diselesaikan sebelum meeting G20 di Oktober tahun 2021.
"Sehingga betul-betul Indonesia bisa menjanjikan apa yang akan direplikasi oleh negara lain," kata dia.
Dia menambahkan, tahun ini pelaksanaan G20 akan difokuskan untuk kegiatan melalui Sherpa dan finance track. Sedangkan tahun depan akan terus didorong agar Indonesia berada dalam panggung utama dunia pada kegiatan Presidensi G20.