Tahun depan, transaksi e-commerce diprediksi tembus USD 10 M
Merdeka.com - Belanja online sudah menjadi tren internasional saat ini. Sebab, konsumen mendapatkan banyak keuntungan ketika berbelanja dengan menggunakan jaringan internet tersebut.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menuturkan Indonesia merupakan pasar perdagangan online terbesar di Asean. "Indonesia dipandang sebagai pasar menarik untuk e-Commerce," ungkap Bayu di kantornya, Jakarta Selasa (23/9).
Berdasarkan hasil studi yang dia lakukan, 1 dari 2 pengguna internet di Indonesia diperkirakan melakukan belanja online dalam 12 bulan ke depan. Studi juga menunjukkan, 63,4 persen pelaku belanja online adalah white collar worker atau pekerja kantoran. Sebesar 21,5 persen pengusaha, dan 15,1 persen buruh atau pekerja lapangan.
Bayu memerkirakan transaksi e-commerce dalam negeri akan menembus angka USD 10 miliar di tahun mendatang. "Dan pertumbuhannya 3-4 tahun mendekati 40 persen," ungkapnya.
"Produk ASEAN bisa masuk ke Tiongkok melalui e-Commerce dan sebaliknya. Disamping itu juga bisnis e-Commerce ASEAN juga bisa memanfaatkan peluang yang ada di Tiongkok." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya