Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) siap mendukung infrastruktur untuk tiga destinasi wisata prioritas di tahun 2017, yakni Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Rido Matari Ichwan menjelaskan pembangunan infrastruktur pariwisata ini dilakukan melalui pendekatan Wilayah yang dituangkan dalam 35 wilayah pengembangan Strategis (WPS) yang terkonsentrasi pada kawasan pertumbuhan strategis pariwisata.
"WPS ada 35 khusus untuk wisata itu kita punya strategi development plan untuk pengembangan. Ini dikaitkan target 2019 untuk 20 juta walau pada tahun 2015 sudah mencapai 10 juta pengunjung, angka 20 juta 2019 ini grafiknya linier itu masuk akal asal kesiapan industri pariwisata termasuk prasarana baik," kata di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (28/10).
Untuk pengembangan kawasan Danau Toba saat ini sedang dalam proses pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang ditargetkan selesai pada waktu 2018.
"Kita juga akan membangun jalan Tol Tebing Tinggi-Siantar-Parapat yang kita targetkan akan selesai pada tahun 2019," katanya.
Kemudian untuk kawasan wisata Borobudur, masterplan tahun 2025 akan meningkatkan dan meratanya kualitas infrastruktur jalan diseluruh Kabupaten di kawasan Candi Borobudur.
Selanjutnya untuk program Infrastruktur yang disiapkan untuk mendukung destinasi wisata Mandalika sampai tahun 2025 telah menyiapkan infrastruktur Cipta Karya Terpadu di kawasan Pariwisata dan KEK Mandalika, peningkatan jalan Bandara Praya Madalika dan Jalan Tol Bandara Praya-Mandalika.
"Karena Mandalika masuk ke KEK jadi PUPR tidak memberikan sarana prasarana di dalam namun kita sediakan akses dan air minum sampai di gerbang," ujarnya.
Meski begitu, saat ini pihaknya masih menyiapkan proses pembentukan tim lelang atau pokja dan proses penyiapan pengumuman lelang, serta finalisasi Term of Reference (TOR) untuk kegiatan penyusunan Intergrated Masterplan.