Sri Mulyani Usul RUU HKPD, Pengelolaan Keuangan Daerah Bakal Berubah

Penempatan pagu anggaran akan memperhatikan kebutuhan publik dan kemampuan keuangan negara. Anggaran daerah juga akan dikaitkan dengan target-target pembangunan nasional.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Sri Mulyani Usul RUU HKPD, Pengelolaan Keuangan Daerah Bakal Berubah
Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Pemerintah mengusulkan Rancangan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (RUU HKPD) kepada DPR RI sebagai skema tata kelola keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda). Dalam usulan kebijakan ini, pemerintah akan mengatur penempatan pagu anggaran yang lebih fleksibel sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Penempatan pagu akan dibalut lebih fleksibel sehingga menyesuaikan dengan kebutuhan antara urusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Raker Komisi XI, DPR RI membahas RUU HKPD, Jakarta, Senin (13/9).

Sri Mulyani menjelaskan, penempatan pagu anggaran akan memperhatikan kebutuhan publik dan kemampuan keuangan negara. Anggaran daerah juga akan dikaitkan dengan target-target pembangunan nasional.

Menurutnya, Dana Alokasi Umum (DAU) selama ini dianggap sebagai hak daerah dan lebih banyak digunakan untuk belanja birokrasi seperti belanja pegawai dan belanja modal. Padahal DAU dirancang untuk membiayai pelayanan dasar masyarakat untuk mengakses pendidikan, kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.

Namun hal ini kata Sri Mulyani tidak berarti pemerintah pusat melakukan resentralisasi anggaran pemerintah daerah. Sebaliknya, yang dilakukan mengatur lebih rinci untuk kepentingan masyarakat.

"Jadi bukan resentralisasi tapi yang mengatur lebih pre size kepada DAU untuk melayani masyarakat kita," kata dia.

Penggunaan DAU nantinya akan disesuaikan dengan kinerja daerah. Sebab hampir 15 tahun pelaksanaan desentralisasi fiskal oleh pemerintah daerah belum bisa menghasilkan pemerataan. Ada daerah yang berhasil meningkatkan berbagai indikator pembangunan, tapi tidak sedikit yang tertinggal sehingga menyebabkan kemiskinan.

"Hampir 15 tahun ini ada daerah yang kompeten tapi ada daerah yang kemiskinannya tinggi, bahkan untuk kebutuhan air minum saja tidak tercapai. Makanya ini harus bisa menghasilkan dampak yang riil buat masyarakat," kata dia.

Atur Dana Bagi Hasil

Selain itu, dalam RUU HKPD juga akan mengatur Dana Bagi Hasil (DBH) daerah. Bagi daerah yang mendapatkan DBH, anggarannya akan diarahkan untuk menanggulangi dampak negatif dari kegiatan yang menghasilkan DBH seperti eksploitasi.

Sri Mulyani mengatakan akan ada perubahan signifikan dalam penggunaan DBH. Sebab penggunaannya akan berdasarkan penerimaan negara yang dibagi hasil dengan 2 tahun sebelumnya. Pemerintah juga akan mengatur agar terhindar dari kekurangan dan kelebihan bayar yang menimbulkan SilPA.

"Pengalokasian DBH akan disesuaikan dengan kinerja daerah yang dibagi hasil atau perbaikan lingkungan dari aktivitas eksploitasi," tutup Sri Mulyani.

Rekomendasi