Sri Mulyani tegaskan tidak ada kecurangan dalam penerimaan CPNS Kemenkeu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan, penerimaan PNS di lingkungan Kementerian Keuangan dilakukan berdasarkan sistematika yang telah ditetapkan. Dia memastikan tidak ada kecurangan dalam penerimaan PNS tahun ini karena semua dilakukan berdasarkan komputerisasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sri Mulyani tegaskan tidak ada kecurangan dalam penerimaan CPNS Kemenkeu
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Anggun ©2017 Merdeka.com

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) beberapa waktu lalu memanggil tim seleksi Kementerian Keuangan terkait keanehan dalam proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kemenkeu.

Pemanggilan tersebut menyusul beredarnya kabar yang menyebut adanya peserta CPNS Kementerian Keuangan yang mengikuti tes dengan akumulasi nilai tinggi namun tidak dapat melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Sementara, ada nilai yang lebih rendah namun melaju ke tahap selanjutnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan, penerimaan PNS di lingkungan Kementerian Keuangan dilakukan berdasarkan sistematika yang telah ditetapkan. Dia memastikan tidak ada kecurangan dalam penerimaan PNS tahun ini karena semua dilakukan berdasarkan komputerisasi.

"Saya instruksikan dengan sangat tegas, tidak boleh ada unsur korupsi, penipuan, dalam keseluruhan proses ini, semua berbasiskan komputer dan harus dijaga mengenai integritas dari proses," ujar Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta, Kamis (2/11).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan penyajian pengumuman peserta lolos seleksi penerimaan CPNS memang berbeda dengan Kementerian Lembaga lainnya. Kemenkeu mengumumkan peserta yang lolos seleksi berdasarkan abjad nama peserta.

"Secara ringkas, bahannya sama dari BKN peserta yang lulus dan tidak. Untuk memudahkan para calon melihat dan mencari. Maka cara penyajian pada saat pengumuman adalah abjad nama, lokasi, dan kualifikasi pendidikannya," jelas Hadiyanto.

Hadiyanto mengatakan pengumuman yang disampaikan oleh Kemenkeu tidak ada bedanya dengan hasil seleksi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hanya saja, data peserta yang lolos dan tidak lolos pada berbagai formasi disajikan menjadi satu kesatuan.

"Pengumuman disusun berdasarkan abjad nama peserta tes CPNS dan lokasi yang bersangkutan ikut tes. Tentu saja di situ tercermin formasi jabatan, alamatnya dan kualifikasi pendidikannya. Dari pengumuman ini enggak selalu mudah membacanya dari yang melihat substansi pengumuman ini," jelasnya.

Hadiyanto menambahkan jumlah peserta yang mendaftar CPNS di Kemenkeu sebesar 77.001 peserta. Dari total tersebut, 57.174 peserta lolos administrasi. Kemudian setelah seleksi tersebut, peserta yang mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebanyak 12.882 peserta.

"Kan yang 12.822 peserta enggak semuanya D3, S1, lawyer dan lain lain. Maka dicocokan dengan formasi jabatan. Maka yang lulus SKD sampai kemarin 3.709 peserta," jelasnya.

Hadiyanto menegaskan, sejauh ini data peserta lolos seleksi yang telah diumumkan oleh Kemenkeu memenuhi sistematika yang ditetapkan oleh pemerintah. Jika ada kecurangan, pihak Kemenkeu akan terus melakukan pemantauan. "Data ini masih memenuhi formasi yang sudah ada intinya data ini tidak akan kurangi hak yang sudah diumumkan tadi," tandasnya.

Rekomendasi