Softbank Group telah menyatakan mundur dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono berharap masyarakat tidak mempermasalahkan terkait hal itu.
"Jadi mohon juga masyarakat tidak usah terlalu khawatir dengan satu mundur karena ini merupakan proses, proses dari satu kerja sama dengan swasta yang sebetulnya biasa di dunia pembangunan seperti ini," katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/3).
Bambang tetap optimistis dengan membangun struktur Otorita IKN yang baik, investor akan datang dengan sendirinya. Dia menjelaskan, para investor memiliki berbagai macam tipe. Mulai dari institusi besar, menengah, hingga hanya memiliki kelas satu sektor saja. Seperti pendidikan, kesehatan, atau komersil area.
Bambang menjelaskan sejak awal pihaknya ingin agar tata kelola dari Otorita IKN dapat berlangsung dengan baik. Hal tersebut kata dia, tata kelola yang baik merupakan salah satu prasyarat yang cukup utama untuk menarik investor.
"Makin kita memiliki satu governance yang baik, makin investor percaya bahwa kita punya kredibilitas dan tentunya nanti trust-nya akan terbangun," pungkasnya.
Advertisement
Bukan Karena Bangkrut
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mundurnya SoftBank tersebut bukan karena perusahaan asal Jepang tersebut bangkrut.
"Softbank itu bukan bilang bangkrut, dia punya (usaha) turun, dia bikin visionfund," kata Luhut di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, (17/3).
Meski SoftBank mundur, Luhut menyebut Indonesia masih bisa mendapatkan modal pembangunan dari Abu Dhabi dan Arab Saudi senilai USD 105 miliar. Modal dari kedua negara tersebut pun diberikan dalam melalui Vision Fund.