Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, akan ada 5 proyek hulu migas yang beroperasi pada tahun ini. Dengan begitu akan meningkatkan produksi migas Indonesia.
Proyek-proyek tersebut di antaranya, pengembangan lapangan gas Blok A Aceh oleh PT E&P Malaka, dengan target berproduksi Juli 2018. Selanjutnya, optimalisasi fasilitas produksi Lica oleh PT Medco E&P Indonesia, diperkirakan akan beroperasi pada Oktober 2018.
"Blok A, di Aceh, Medco ini diharapkan akan segera on strem," kata Amien, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (6/7).
Kemudian proyek yang akan digarap PT Pertamina Hulu Energi Offshore West Java (ONWJ) akan beroperasi pada Oktober 2018. Proyek hulu migas yang akan berproduksi adalah pengaliran gas Temelat ke Gunung Kebang Stasiun oleh PT Medco E&P Indonesia akan beroperasi Desember 2018 dan pembangunan pipa gas di lapangan Poeleng oleh PT Pertamina EP.
Amien mengungkapkan, lima proyek hulu migas yang beroperasi tersebut akan menambah produksi migas sebesar 7.800 barel per hari untuk minyak dan 98 juta kaki kubik per hari untuk gas.
"Produksi migas didorong dengan melakukan percepatan penyelesaian proyek dan memprioritaskan kegiatan yang menjaga tingkat produksi," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com