Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino kerap berselisih pendapat dan pandangan dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Persoalannya beragam, utamanya soal bongkar muat dan aktivitas pelabuhan.
Namun, RJ Lino mengklaim saat ini sudah berdamai dengan Menteri Jonan setelah menggelar pertemuan selama kurang lebih satu jam. Dari pengakuan Lino, pertemuan itu digelar beberapa hari lalu. Tujuannya, menyamakan persepsi terkait aktivitas dan otoritas pelabuhan.
Menurutnya, perselisihan pendapat bisa diselesaikan lantaran dia dan Jonan sudah lama saling kenal. "Pertemuan sudah empat hari lalu, ada 15 poin pembicaraan dengan Pak Jonan. Semua sudah diselesaikan, Pak Jonan itu teman saya dari dulu," ujarnya di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (24/8).
Salah satu poin yang dibahas mengenai kerja sama perpanjangan konsesi Jakarta International Container Terminal (JICT) yang dilakukan antara Pelindo II dan Hutchison Port Holdings Limited, Hong Kong.
Lino mengklaim, Jonan sepakat bahwa konsesi yang dilakukan bukan berarti transfer aset. Dia berharap, dengan kesepakatan itu maka polemik terkait konsesi JICT yang selama ini muncul antara Pelindo II dan Kementerian Perhubungan selesai.
"Isu-isu itu tidak muncul lagi mengenai JICT, konsesi, mengenai izin bongkar buat, konsesi 35 pelabuhan, reklamasi tahap 2," jelas dia.
Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby Mamahit mengaku lega dengan hasil pertemuan antara Jonan dan Lino. Meski hadir, Bobby tidak membuka secara detail isi pertemuan antara Jonan dan Lino.
"Saya saksi hidup pertemuan antara Pak Lino dan Pak Jonan. Sampai-sampai bulu kuduk saya merinding saat itu," ujar Bobby.