PT Sarinah akan meningkatkan impor minuman keras atau minuman beralkohol. Sebagai cara perseroan menfokuskan usaha pada sektor perdagangan. Selain itu, perseroan akan memperluas luas bangunan dari 3.000 meter persegi menjadi 17.000 meterpersegi. Dan mengganti nama bangunan lama menjadi Sarinah Square.
"Kita juga akan kuatkan impor minuman alkohol, sakarine, beras khusus dan furniture sedangkan untuk properti akan ada tenant-tenant baru yang harga sewanya jauh lebih baik," Direktur Utama PT Sarinah persero Jimmy M Rifai ketika ditemui di Kementerian BUMN, Senin (28/5).
Dia mengatakan masterplan proyek pengembangan Sarinah Square sudah disiapkan sejak tahun 2011. "Semester II tahun ini sudah akan dibangun dan saat ini tinggal menunggu beberapa tambahan sekitar 1 hektar lagi," katanya.
Jimmy berharap Sarinah Square akan berfungsi sebagai pusat perdagangan yang dilengkapi hotel. Dalam pembangunannya, Sarinah tengah mencari pendanaan yang terdiri dari dua pilihan yaitu dengan skema pinjaman bank dan atau menggandeng partner strategis. “Pembangunannya akan ke sisi samping bangunan," katanya.