Proyek Kalija I rampung, pipa gas PGN menjadi 6.470 km

Jumlah itu setara dengan 70 persen pipa gas bumi di Indonesia.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Proyek Kalija I rampung, pipa gas PGN menjadi 6.470 km
Pipa Gas PGN. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Proyek pipa gas Kalimantan Jawa tahap I (Kalija I) telah mengalirkan gas bumi ke lapangan Kepodang di Laut Utara Jawa Tengah. Gas tersebut kemudian dialirkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok.

Pengaliran gas itu sudah berlangsung sejak akhir Agustus 2015. Awalnya, proyek Pipa Kalija ini sempat mangkrak sejak 2006. Pemerintah kemudian menugaskan PGN untuk melanjutkan pekerjaan yang tak kunjung selesai tersebut pada 2014. PGN pun menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pembangunan pipa gas bumi.

Pipa gas bumi yang dibangun sepanjang 207 kilometer itu akhirnya selesai dibangun. Rinciannya, pipa sepanjang 203 kilometer berada di laut dan 4 kilometer di darat. Selain itu PGN juga membangun stasiun gas di Tambak Lorok.

Head of Corporate Communication PGN Irwan Andri Atmanto mengatakan rampungnya proyek Pipa Kalija I tersebut menambah infrastruktur pipa gas bumi PGN sehingga menjadi 6.470 kilometer (km). Jumlah itu setara dengan 70 persen pipa gas bumi di Indonesia.

“Kami berkomitmen tinggi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (7/10).

Selain Pipa Kalija I, kata Irwan, PGN membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi di wilayah distribusi Jawa Barat, Lampung dan Sumatera Selatan sepanjang 2.707 km. Rinciannya, Jawa Timur dan Jawa Tengah sepanjang 785 km, Sumatra Utara dan Kepulauan Riau 761 km, Transmisi Grissik-Duri 536 km, Transmisi Grissik-Batam-Singapura 470 km, serta Transmisi South Sumatra West Java sepanjang 1.004 km.

"PGN komitmen untuk membangun pipa gas sepanjang 450 km tahun ini. Sementara, PGN menargetkan pipa-pipa baru yang dibangun mencapai 4.000 km hingga 2019," kata dia.

Rekomendasi