Produk UMKM RI Berpeluang Banjiri Pasar China Berkat IDNStore

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun mengatakan, dengan diluncurkannya platform Dagang Digital Indonesia Store (IDNStore), akan membuka peluang peningkatan ekspor ke China dan sekitarnya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Produk UMKM RI Berpeluang Banjiri Pasar China Berkat IDNStore
Pengrajin Batik. ©2012 Merdeka.com/dok

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun mengatakan, dengan diluncurkannya platform Dagang Digital Indonesia Store (IDNStore), akan membuka peluang peningkatan ekspor ke China dan sekitarnya.

Pihaknya mencatat, pada periode Januari–November 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke China, Hong Kong, dan Taiwan secara akumulatif mencapai USD 31,46 miliar. Di mana, kontribusi terbesar didominasi China dengan nilai sebesar USD 26,61 miliar.

"Digitalisasi, salah satunya dengan adanya IDNStore diharapkan mampu mencapai celah-celah pasar yang tentunya tidak dapat dijangkau melalui kegiatan promosi konvensional. Apalagi, hal itu didukung juga dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna internet di China," kata Djauhari, dalam Peluncuran IDNStore dilakukan secara virtual, Kamis (14/1).

"Mudah-mudahan dengan adanya IDNStore ini juga akan membawa perbaikan terhadap kinerja ekspor kita, namun demikian dengan angka-angka tersebut kita juga jangan terlena karena persaingan semakin ketat. Di China peraturan-peraturannya juga semakin banyak," katanya.

Adapun komoditas ekspor Indonesia ke Tiongkok di antaranya nikel, minyak sawit, batu bara, pulp, baja, kertas dan produk kertas. Ke Hong Kong yaitu produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik, dan tembakau. Serta ke Taiwan antara lain mesin dan peralatan listrik, plastik, kertas, besi dan baja, kain rajutan atau kaitan, filamen buatan, alumunium, tembaga, dan lainnya.

Perkembangan Digitalisasi China Tengah Pesat

Djauhari berharap UMKM dengan memanfaatkan platform digital IDNStore maka produk buatan Indonesia bisa menggempur pasar di China. Lantaran sektor digital di China tengah menonjol.

"Sektor digital di China mengalami perubahan yang transformatif, sudah banyak. Saya berkunjung dan menyaksikan hal tersebut. Nah China, selain Amerika itu sekarang memimpin di dunia sebagai ekonomi terbesar digital," ujarnya.

Kontribusi digital ekonomi ke GDP China mendekati 33 persen dengan nilai mencakup 50 persen dari total transaksi digital di dunia. Jadi sangat besar peluang untuk masuk ke pasar China.

Selain itu Djauhari menambahkan, dalam konteks pembayarannya IDNStore telah terintegrasi dengan Paypal, WeChat Pay. "Di sini lebih banyak dipakai WeChat, Visa Mastercard dan unionPay saya kira ini juga kontribusinya luar biasa," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Rekomendasi