Pertumbuhan ekonomi China sentuh titik terendah dalam 25 tahun

Sektor industri sekunder atau manufaktur China juga mengalami perlambatan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pertumbuhan ekonomi China sentuh titik terendah dalam 25 tahun
pertumbuhan ekonomi. merdeka.com /Arie Basuki

Pertumbuhan ekonomi China masih melemah dan menyentuh level terendah dalam 25 tahun terakhir. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia, pertumbuhan ekonomi China tercatat hanya tumbuh 6,9 persen pada 2015 lalu. Melemahnya pertumbuhan ekonomi China terjadi karena pergeseran penopang ekonomi dari sektor manufaktur ke sektor jasa.

Ekonomi China tercatat tumbuh 6,8 persen pada kuartal IV 2015, angka ini tak beranjak dari pertumbuhan periode yang sama pada tahun lalu. Pengumuman data pertumbuhan ekonomi ini resmi di rilis hari ini.

Sebenarnya, angka pertumbuhan ekonomi China ini tidak terlalu mengejutkan. Beberapa kalangan sudah memperkirakan China akan mengalami perlambatan pada tahun ini. Menurut jajak pendapat Reuters, banyak ekonom memperkirakan perekonomian China hanya akan tumbuh 6,9 persen pada 2015, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,3 persen.

Tak hanya itu, sektor industri sekunder atau manufaktur China juga mengalami perlambatan menjadi hanya 6 persen pada 2015. Padahal tahun lalu sektor ini tumbuh mencapai 7,3 persen. Industri tersier atau sektor jasa China justru meningkat menjadi 8,3 persen dibanding tahun 2014 yang sebesar 7,8 persen.

"Ini adalah angka yang baik. Kami sudah tahu selama tiga tahun terakhir bahwa pihak berwenang di China melambatkan ekonomi," ujar Kepala Riset Ekonomi Asia, JP Morgan, Kahangir Aziz.

Rekomendasi