Perbankan banyak alami kerugian gara-gara penggunaan kartu kredit

Nasabah perlu diberikan pemahaman mengenai seluk beluk penggunaan kartu kredit.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Perbankan banyak alami kerugian gara-gara penggunaan kartu kredit
kartu kredit. shutterstock

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, dari penggunaan electronic banking, perbankan paling banyak menanggung kerugian dari penggunaan kartu kredit. Sepanjang semester I tahun ini, penggunaan kartu kredit menyumbang 73,14 persen kerugian bank.

Namun, OJK tidak memberikan penjelasan detail terkait kerugian perbankan dari penggunaan kartu kredit. OJK hanya meminta perbankan saling bekerja sama guna meminimalisir kerugian yang terjadi di electronic banking.

"Kerja sama antarbank lakukan dengan cepat untuk mitigasi kerugian yang terjadi di electronic banking. Kita waspadai," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/9).

OJK memaparkan, dalam beberapa periode terakhir jumlah nasabah, frekuensi dan nilai transaksi electronic banking di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan. Frekuensi penggunaan electronic banking meningkat mulai dari 3,79 miliar tahun 2012, 4,73 miliar tahun 2013, dan 5,69 miliar tahun 2014. Sedangkan volume penggunaan electronic banking meningkat mulai dari Rp 4.441 triliun tahun 2012, Rp 5.495 triliun tahun 2013, dan Rp 6.447 triliun tahun 2014.

Sejalan dengan tingginya pertumbuhan penggunaan electronic banking, perbankan juga harus mensosialisasikan fasilitas yang ada di dalamnya. Perlu ada edukasi untuk nasabah. Tujuannya meminimalisir kerugian yang timbul dari penggunaan electronic banking.

"Yang mendapatkan fasilitas e-banking ada syarat khusus sebelum diberikan," ucapnya.

Apabila ada nasabah yang belum memenuhi edukasi perbankan atas penggunaan electronic banking, tidak perlu diberikan fasilitas tersebut. Apabila tetap diberikan, perbankan harus siap menanggung kerugian.

"Jangan diberikan semua fitur di e-banking yang belum educated," katanya.

Rekomendasi