Perbaiki defisit transaksi berjalan, BI selenggarakan Indonesia Investment Day

Acara ini bertujuan untuk menarik investor yang ada di Singapura maupun pemilik kantor perwakilan di Singapura untuk berinvestasi di Indonesia. Hadir juga 8 pemerintah daerah yang telah siap untuk menawarkan potensi daerah kepada para investor tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Perbaiki defisit transaksi berjalan, BI selenggarakan Indonesia Investment Day
Singapura. ©2012 Merdeka.com/debby restu utomo

Bank Indonesia (BI) menggelar Indonesia Investment Day di Singapura pada Jumat ini. Gelaran ini mengundang lebih dari 350 investor agar mau menanamkan modalnya di Indonesia sehingga bisa memperbaiki defisit transaksi berjalan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, menjelaskan acara Indonesia Investment Day ini digagas bersama oleh Bank Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura dan juga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Acara ini bertujuan untuk menarik investor yang ada di Singapura maupun pemilik kantor perwakilan di Singapura untuk berinvestasi di Indonesia.

Hadir juga 8 pemerintah daerah yang telah siap untuk menawarkan potensi daerah kepada para investor tersebut. Pemerintah daerah tersebut adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam catatan BI, telah mendaftar lebih dari 350 investor Singapura untuk mengikuti acara ini. "Sebenarnya yang berminat lebih banyak tetapi terpaksa kami tutup pendaftarannya karena mengingat kapasitas yang ada," jelas dia seperti ditulis Jumat (31/8).

Dalam acara ini, pemerintah daerah akan menerangkan potensi daerah yang bisa dibangun oleh para investor tersebut. Untuk BI akan memberikan gambaran makro dan juga potensi pertumbuhan ekonomi daerah ke depan. Sedangkan BKPM akan memberikan penjelasan mengenai kemudahan perizinan.

Mirza melanjutkan, tujuan jangka panjang dari acara ini adalah mendorong terjadinya investasi masuk ke Indonesia dengan target untuk memberikan pasokan valuta asing (valas). "Jadi valas datangnya bisa dari ekspor, bisa dari penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Indonesia dan bisa juga dari investasi portofolio," kata dia.

"Selama ini BI aktif mengundang investasi portofolio tapi kami sekarang berusaha untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dengan mendorong investasi yang berorientasi ekspor dan investasi di pariwisata," tambah dia.

Reporter: Justinus Arthur Gideon

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi