Penyaluran barang dan jasa belum merata di seluruh Indonesia

Peran kereta api dianggap belum optimal memenuhi penyaluran barang dan jasa ke seluruh Indonesia. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan penyaluran barang dan jasa antara wilayah timur dan barat Indonesia. Pemerintah perlu memperhatikan masalah perkeretaapian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyaluran barang dan jasa belum merata di seluruh Indonesia
KA logistik Tanjung Priok. Hana©2016 Merdeka.com

Peran kereta api dianggap belum optimal memenuhi penyaluran barang dan jasa ke seluruh Indonesia. Hal ini menyebabkan adanya kesenjangan penyaluran barang dan jasa antara wilayah timur dan barat Indonesia.

Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Bahrullah Akbar mengatakan, pemerintah perlu memperhatikan masalah perkeretaapian, sehingga belum maksimal dalam menyalurkan barang dan jasa. Sebab, hal ini merupakan bagian penting dalam pembangunan yang merata.

"Keberadaan perkeretaapian ini merupakan sektor yang penting. Untuk itu, kita perlu lakukan beberapa kajian, apa saja yang menjadi penyebab belum maksimalnya penyaluran barang dan jasa menggunakan transportasi tersebut. Ini untuk mendorong pembangunan yang merata," ujar Bahrullah di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (28/2).

Bahrullah menyoroti ketimpangan penyaluran barang dan jasa yang selama ini di Indonesia. Menurutnya, penyaluran barang dan jasa masih berkonsentrasi di wilayah barat terutama di Pulau Jawa.

"Hampir semua terserap di wilayah barat. Dan hampir semua ada di Pulau Jawa. Jadi saya ingin tekankan bagaimana kita dapat menyeimbangkan penyaluran barang dan jasa di wilayah barat dan timur," ungkapnya.

Dia berharap ada solusi yang tepat untuk menyeimbangkan ketimpangan penyaluran barang dan jasa yang terjadi selama ini. Sehingga, tidak ada lagi anggapan bahwa pemerintah hanya fokus membangun wilayah barat terutama Pulau Jawa.

"Saya berharap kita dapat menggali beberapa cara untuk menemukan solusi yang tepat untuk hal ini," tutupnya.

Rekomendasi