Pengamat sebut pemerintah tak punya dana kembangkan mobil listrik

Pengamat Transportasi, Agus Pambagio menilai saat ini Indonesia belum siap memproduksi mobil listrik buatan sendiri. Menurutnya, saat ini Indonesia baru bisa sebatas melakukan riset saja. Membuat sebuah mobil listrik memerlukan proses yang panjang.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Pengamat sebut pemerintah tak punya dana kembangkan mobil listrik
Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/idris rusadi putra

Pengamat Transportasi, Agus Pambagio menilai saat ini Indonesia belum siap memproduksi mobil listrik buatan sendiri. Menurutnya, saat ini Indonesia baru bisa sebatas melakukan riset saja."Kan mau bikin ditangkap malah. Kan kemarin yang bikin malah jadi perkara itu. Orang baru mau riset sudah ditangkap gitu. Memangnya bikin mobil listrik itu seperti bikin combro? kan enggak," ujar Agus, saat dihubungi oleh merdeka.com, Selasa (18/7).Membuat sebuah mobil listrik, lanjutnya, memerlukan proses yang panjang. Bahkan, risetnya bisa dilakukan bertahun-tahun. Selain itu, Agus berpendapat kondisi keuangan negara saat ini tidak memungkinkan Indonesia untuk melakukan riset sendiri."Kan harus ada R and D nya lama, duitnya ada enggak? Kalau minta anggarkan sih bisa, cuma disetujui atau enggaknya kan, ada duitnya enggak? Mau ngutang lagi?" tegasnya.Agus mengaku ia sudah memberi solusi kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan agar Indonesia bisa ikut melakukan riset di beberapa negara yang telah terlebih dahulu mengembangkan teknologi mobil listrik seperti Amerika, Hong Kong dan Dubai."Kalau riset sendiri semuanya itu mahal, kalau tidak melakukan apa-apa nanti kita cuma membeli, jadi konsumen. Jadi saya usulkan join riset saja sama negara-negara yang sudah maju supaya tidak terlalu mahal dan kita juga tidak hanya sebagai konsumen tapi kita juga bisa belajar teknologi," jelas Agus.Agus menegaskan, jangan sampai Indonesia hanya diam saja agar di masa mendatang, tidak hanya menjadi negara importir saja."Kalau kita enggak riset artinya kita cuma beli cuma ngerakit saja dan memakai. Yang dapat duit dapat segala, negara lain. Jadi kalau join riset itu ya join kita setor duit ikut riset biar enggak terlalu mahal. Itu jalan tengahnya," tegasnya.

Rekomendasi