Pemerintahan Jokowi-JK sering tak kompak, kikis kepercayaan rakyat

"Masyarakat kebingungan, Jokowi bilang A, menteri lain bilang B, berlawan akhirnya ketidakpastian."

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Pemerintahan Jokowi-JK sering tak kompak, kikis kepercayaan rakyat
Presiden Jokowi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dzulfian Syafrian menyentil pemerintahan Jokowi-JK yang kerap tidak kompak dalam menjawab persoalan dalam negeri, terutama dari sisi ekonomi. Menurut Dzulfian, masyarakat selalu dibuat bingung dan diselimuti ketidakpastian.

"Masyarakat kebingungan, Jokowi bilang A, menteri lain bilang B, berlawan akhirnya ketidakpastian, tidak satu komando, belum lagi ekonomi eksternal dunia tidak pasti, jadi kita harus mendengarkan yang mana," ujar Dzulfian dalam acara 'Senator Kita' yang digagas merdeka.com, RRI, IJTO, IKN dan DPD RI di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (8/10).

Dzulfian menilai, masih ada menteri-menteri di kabinet Jokowi yang memiliki perbedaan pandangan dan memunculkan polemik. Akibatnya, kepercayaan masyarakat pada pemerintah menurun atau terkikis.

"Masyarakat menjadi pesimis juga karena ekspektasi jatuh, masyarakat menagih janji dan bertanya, contoh proyek infrastruktur yang tidak berjalan terlihat anggaran penyerapan rendah atau kurang 50 persen bahwa pemerintah action kurang, anggaran saja tidak bisa. Ekspektasi hebat tapi begini-begini saja," jelas dia.

Salah satu bukti tidak kompaknya pemerintahan Jokowi-JK adalah soal pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli tiba-tiba merevisi target proyek ini menjadi 16.000 MW.

Namun demikian, Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya angkat bicara dan menegaskan kalau proyek pembangkit tetap berjalan sebesar 35.000 MW.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (SKBI) mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada September 2015 melemah dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Sagara mengatakan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2015 tercatat sebesar 97,5, lebih rendah dibandingkan 112,6 pada bulan sebelumnya.

"Pelemahan IKK tersebut didorong oleh kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya," kata Tirta, seperti dikutip dari situs BI, Minggu (4/10).

Rekomendasi