Pemerintah Kaji Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Kereta di Jabodetabek

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah dari sektor transportasi darat. Salah satunya dengan rencana pengembangan transportasi massal berbasis perkeretaapian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Pemerintah Kaji Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Kereta di Jabodetabek
Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan nilai tambah dari sektor transportasi darat. Salah satunya dengan rencana pengembangan transportasi massal berbasis perkeretaapian di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mencatat potensi keuntungan dari rencana strategis ini mencapai Rp 100 triliun. Menurut dia, nilai ini setara 4 persen dari besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah Jabodetabek.

"Pemerintah juga tengah mengembangkan transportasi massal berbasis perkeretaapian. Dari itu dapat menghemat Rp 40 triliun dari biaya operasional kendaraan bermotor dan Rp60 triliun dari penghematan waktu di jalan. Nilai ini mencapai 4 persen dari besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabodetabek," ujarnya dalam webinar bertajuk Transportasi untuk Merajut Keberagaman, Rabu (19/8).

Lanjutnya, pengembangan transportasi massal berbasis perkeretaapian juga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat. Khususnya di wilayah Jabodetabek yang kerap mengalami permasalahan klise, yakni kemacetan.

"Kita yakini, adanya pengembangan transportasi darat berbasis perkeretaapian dapat mengatasi kemacetan secara signifikan. Sehingga ini tepat," ujarnya.

Terlebih berdasarkan data PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) setidaknya ada 336 juta pengguna moda angkutan KRL pada 2019 lalu." Artinya ada jumlah banyak orang yang menuju Jakarta dari wilayah sekitarnya," imbuh dia.

Kendati demikian, Luhut tidak merinci terkait waktu pelaksanaan dari implementasi rencana akbar tersebut. Termasuk anggaran yang akan digelontorkan pemerintah demi meningkatkan nilai tambah dari sektor transportasi darat itu.

Rekomendasi