Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengungkapkan pemerintah berencana mengurangi bagian negara melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di industri hulu gas. Hal ini jadi salah satu rencana untuk menurunkan harga gas."Kalau pun turun harga gas, maka komponen yang akan diturunkan adalah bagian pemerintah, baik itu PNBP atau unsur pajak lainnya. Tapi ini domainnya di Kementerian Keuangan," ungkapnya di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (21/11).Dia mengakui pemerintah masih mencari formula tepat untuk menurunkan harga gas di Indonesia. Pemerintah ingin harga gas bisa diterima oleh industri hilir, namun tidak mematikan industri hulu migas."Kami di ESDM mencoba menurunkan harga gas di hulu. Tapi kalau terlalu rendah juga akan membunuh bisnis gas di hulu. Nah kita mau seimbang antara hulu dan hilir ini."Harga gas saat ini yang masih ada di kisaran USD 11 per MMBTU diakui Arcandra banyak dikeluhkan oleh pelaku industri. Namun, dia menegaskan pemerintah tidak bisa menetapkan harga gas yang terlalu rendah, sebab berpotensi merugikan industri hulu migas."Fertilizer company datang bilang tolong buat gas hulu 3 dollar, tapi bagaimana? Kita tidak bisa itu kenyataannya," katanya.Oleh karena itu, dia meminta pihak industri bersabar agar pemerintah bisa mencari win-win solution dari persoalan harga gas ini.
Pemerintah berencana pangkas PNBP industri hulu untuk turunkan harga gas
Dia mengakui pemerintah masih mencari formula tepat untuk menurunkan harga gas di Indonesia. Pemerintah ingin harga gas bisa diterima oleh industri hilir, namun tidak mematikan industri hulu migas. Harga gas saat ini yang masih ada di kisaran USD 11 per MMBTU diakui Arcandra banyak dikeluhkan.
Advertisement
Rekomendasi