PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memastikan Virus Corona (Covid-19) yang masuk Indonesia tidak mengganggu aktivitas pelayanan operasional. Baik pada kapal penumpang maupun kapal perintis yang dioperasikan oleh perseroan.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro, menjelaskan bahwa PELNI tetap memberikan pelayanan seperti biasa, dibarengi dengan peningkatan prosedur pengecekan terhadap para penumpang.
"Sehubungan dengan adanya virus corona yang telah masuk di Indonesia, PELNI tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh Nusantara dan pelayanan kami baik itu penjualan tiket maupun pelayaran penumpang tetap berjalan normal seperti biasa," ungkap Yahya pada Minggu (15/3).
Disampaikan lebih lanjut, bahwa jadwal seluruh kapal penumpang juga tidak terganggu dengan adanya covid-19. Adapun beberapa kapal juga sudah dilaksanakan sosialisasi, yaitu KM Ciremai, KM Nggapulu, KM Leuser, KM Awu, KM Dorolonda, serta di beberapa Kantor PELNI cabang, seperti Tg. Priok, Surabaya, dan Makassar.
"Kami juga telah memberikan edukasi bagi para Nakhoda, ABK dan kantor-kantor cabang terkait penanganan virus corona. Selain itu, manajemen juga melakukan penyemprotan disinfektan pada kapal serta menempatkan hand sanitizer bagi penumpang pada lokasi yang stategis bagi penumpang," jelas Yahya.
Selain itu, Yahya menambahkan, pihaknya juga memberikan imbauan terkait kebersihan dan kesehatan kepada para penumpang melalui pengeras suara setiap 3 jam sekali, termasuk juga menyediakan alat pengukur suhu di setiap kapal-kapal PELNI.
Advertisement
Menhub Luhut Minta Transportasi Umum Disemprot Disinfektan 3 Kali Sehari
Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan lima arahan penting kepada Jajaran Kementerian Perhubungan pada saat melakukan rapat koordinasi melalui video conference di Jakarta, Minggu (15/3). Arahan tersebut menanggapi penyebaran Virus Corona di Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan arahan pertama adalah Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perkeretaapian diminta mengutamakan kebersihan semua moda transportasi publik antara lain dengan penyemprotan disinfektan tiga kali sehari.
"Hal serupa agar dilaksanakan di daerah-daerah," ujar Adita melalui siaran pers, Jakarta, Senin (16/3).
Menhub Luhut turut meminta ada sosialisasi publik/pengumuman di titik-titik utama transportasi publik tentang gejala (symptom) Corona dan imbauan untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan kebersihan lingkungan.
"Serta imbauan untuk menghindari perjalanan bagi yang merasa sakit," tambahnya.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6