Omzet Penjual Bendera dan Pernak-Pernik Kemerdekaan Anjlok Akibat Pandemi

Junadi mengatakan, sebelum ada pandemi penjualan bendera merah putih relatif banyak. Tetapi untuk sekarang di luar jangkauan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Omzet Penjual Bendera dan Pernak-Pernik Kemerdekaan Anjlok Akibat Pandemi
pernak pernik 17 agustus. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Penjual bendera merah putih dan pernak pernik kemerdekaan mulai terlihat menjajakan barang dagangannya di sekitaran Ciledug, kota Tangerang. Namun, suasana kali ini terlihat berbeda karena sangat sepi pembeli. Hanya terlihat sedikit warga berhenti untuk melihat dan membeli pernak-pernik Agustusan tersebut.

"Kali ini turun jauh dari biasanya sebelum ada pandemi," kata Junadi salah satu pedagang bendera saat ditemui Merdeka.com, Kamis (12/8).

Junadi mengatakan, sebelum ada pandemi penjualan bendera merah putih relatif banyak. Tetapi untuk sekarang di luar jangkauan. "Kalau dulu sebelum pandemi ya lumayan penghasilannya, tapi sekarang jauh di bawah jangkauan. Mau bayar utang juga jadi susah," ujar Junadi.

Junadi menyebut bahwa pendapatannya dalam sehari hanya Rp300.000, dan jumlah tersebut masih sebatas modal awal dan belum termasuk keuntungan. "sehari hanya dapat Rp300.000 saja, itu juga belum untung," keluh Junadi.

Pedagang lain, Tirta juga mengeluhkan hal yang sama. Penjualan bendera tahun ini katanya berkurang drastis. Untuk harganya sendiri, Tirta menjual mulai dari Rp5.000 sampai Rp350.000 per helai.

"Penjualan tahun ini sangat berkurang, karena adanya PPKM. Tidak seperti tahun-tahun lalu," Ujar Tirta.

Tirta juga menyebut sejauh ini sudah ada beberapa dagangannya yang laku. Tetapi, jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun lalu sebelum pandemi. Menurut tirta, biasanya pembeli ada yang dari luar kota. "kalau di sini biasanya yang beli orang sekitaran, atau juga ada yang dari luar kota," ucap Tirta.

Reporter Magang: Mutiara Syafira

Rekomendasi