Miliuner AS ini bongkar 4 resep besarkan anak jadi orang kaya

Banyak orang tua yang juga ingin anaknya bisa menggapai sukses sebagai seorang miliuner. Begitu juga mereka yang tergabung di keluarga Rockefeller. Keluarga yang berasal dari Amerika Serikat ini dikenal sebagai salah satu keluarga paling kaya di dunia.

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
Miliuner AS ini bongkar 4 resep besarkan anak jadi orang kaya
Ilustrasi orang kaya. © GQ

Mendidik anak menjadi sukses merupakan salah satu cita-cita orang tua. Berbagai cara pun dilakukan agar sang anak bisa mendapat fasilitas terbaik dalam hidup.

Banyak orang tua yang juga ingin anaknya bisa menggapai sukses sebagai seorang miliuner. Begitu juga mereka yang tergabung di keluarga Rockefeller. Keluarga yang berasal dari Amerika Serikat ini dikenal sebagai salah satu keluarga paling kaya di dunia.

Keluarga miliuner Rockefeller punya cara sendiri agar keturunan dan anak-anak dalam keluarganya bisa selalu mewariskan sifat yang sama dalam hal manajemen kekayaan.

Jika Anda merupakan salah satu orang tua yang ingin anaknya jadi miliarder, 4 cara ini bisa dilakukan. Berikut ulasannya melansir CNBC.

Dalam sebuah wawancara khusus, Direktur Utama Rockefeller & Co David Rockefeller Jr. mengatakan, salah satu cara agar anak bisa menjadi miliuner adalah dengan mengajaknya ikut pertemuan keluarga secara rutin.

Pertemuan keluarga seperti ini juga sangat penting untuk memberikan kesan mendalam pada anak bahwa ia adalah anggota dari keluarga yang selalu mendukungnya.

"Kami memiliki sesuatu yang disebut forum keluarga. Ketika Anda berusia 21 tahun, Anda diundang ke pertemuan-pertemuan itu dua kali dalam setahun," tuturnya.

"Pada pertemuan tersebut, keluarga berbicara tentang arah, proyek, anggota baru dan berita keluarga lainnya yang terkait dengan karier atau tonggak penting. Sangat penting bahwa setiap orang merasa menjadi bagian dari keluarga, bahkan jika mereka menikah dengannya," lanjut dia lagi.

Menurut David Rockefeller Jr, adanya bisnis keluarga juga bisa menimbulkan perpecahan. Inilah yang menyebabkan keluarga ini tidak lagi mengontrol bisnis keluarga. Mereka hanya mengontrol saham dari perusahaan yang sempat mereka miliki.

Selain melakukan pertemuan rutin, cara lain yang juga penting adalah dengan selalu mengenang sejarah keluarga. Banyak nilai-nilai dalam sejarah tersebut yang selalu bisa diturunkan pada anak.

Terakhir, kata David, setiap keluarga harus tetap menjaga nilai dan tradisi mereka. Salah satu nilai yang terus menurun diwariskan pada anaknya adalah untuk selalu berbuat baik dan menyumbangkan amal dalam kegiatan filantropi.

Reporter: Vina A Mauliana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi