Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, bakal ada perombakan direksi di PT Pertamina Gas (Pertagas) usai diakuisisi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
"Tunggu saja, tunggu tanggal mainnya. Perubahan pasti ada, karena biar gimana nanti kan sudah menjadi holding, Pertamina sebagai holding migas tentunya kan Pertamina menjadi induknya. Tentunya harus ada perubahan sehingga itu benar-benar sudah menjadi satu kesatuan," ungkapnya di Jakarta, Senin (3/9).
Sebelumnya, PGN telah resmi mengambil alih 51 persen saham Pertagas dengan nilai akuisisi sebesar USD 1,2 miliar atau setara Rp 16,6 triliun.
Perseroan kemudian menyatakan diri akan mencicil uang pembelian 51 persen saham Pertagas pada akhir September nanti. Adapun proses pembayaran bakal dilakukan melalui dua tahap.
"Tahap pertama 50 persen cash dari kas perseroan yang akan kita bayarkan di akhir September ini. 50 persen sisanya Semester I 2019," jelas Direktur Utama PGN Jobi Triananda.
"Kita akan sekarang sedang melihat mana yang paling optimal dari sisi pembiayaannya, karena kita akan melakukan pinjaman," dia menambahkan.
Jobi juga memaparkan, PGN menyicil uang pembelian sebesar 51 persen tersebut lantaran adanya beberapa pertimbangan, seperti pengembangan infrastruktur.
"Kami juga punya banyak proyek yang butuh pembiayaan. Misalnya di Indonesia Timur, kami saat ini sedang menunggu tindak lanjut lelang PLN untuk LNG sampai Indon dia Tengah dan Timur. Kami bisa kembangkan infrastruktur baru tidak hanya di Jawa dan Sumatera saja, tapi juga menyentuh Sulawesi, Papua, serta kepulauan lain," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com