Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tiba-tiba menggelar sidak ke sejumlah kantor operasional maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Jonan blusukan untuk memastikan semua prosedur penerbangan, sebelum pesawat tinggal landas, dijalankan semua maskapai.
"Tadi menteri blusukan ke kantor AirAsia, Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya dan juga Citilink. Kenapa tadi menteri blusukan ke Soekarno Hatta, itu untuk memastikan prosedur jelang penerbangan benar," ujar staf khusus menteri, Hadi Mustofa di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (2/1).
Prosedur yang harus dilakukan jelang penerbangan antara lain mengambil laporan kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Laporan ini harus dipahami pilot sebelum tinggal landas. karena itu pilot harus selalu diberikan briefing oleh Flight Operation Officer (FOO).
Kenyataannya, saat menyambangi kantor maskapai Indonesia AirAsia, Menteri Jonan mendapati fakta bahwa AirAsia tidak menjalankan prosedur tersebut.
"Menurut kepala BMKG, pihak AirAsia tidak mengambil data cuaca sebelum terbang. Seharusnya ada briefing kepada pilot yang hendak terbang. Tentang manifest, bahan bakar dan termasuk kondisi cuaca di bandara keberangkatan, perjalanan, dan bandara yang akan dituju. Briefing fisik agar terjadi komunikasi. AirAsia tidak selalu melakukan hal tersebut (briefing)," bebernya.
Sepengetahuannya, pihak AirAsia tidak melakukan briefing dengan alasan ruangan sempit dan padat. Sehingga tidak efektif jika dilakukan briefing.
Data cuaca menjadi faktor penting. Prosedur penerbangan internasional juga menerapkan hal yang sama. Kementerian Perhubungan tidak mempersoalkan apakah data diambil dari website BMKG ataupun secara fisik.
Menteri Jonan menegaskan pada AirAsia agar menuruti prosedur yang berlaku. "Maka itu menteri menegaskan AirAsia harus melakukan hal tersebut (briefing)," ucapnya.