Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Aljazair guna menambah ruang lingkup pengembangan rumah tahan gempa. Menteri Basuki juga menjajaki potensi keterlibatan BUMN Karya pada proyek infrastruktur lainnya di Aljazair, terutama PT Wijaya Karya (Wika) yang telah merintis ekspor jasa konstruksi di Aljazair.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono optimis peluang kerja sama ini ke depannya akan saling menguntungkan bagi kedua negara dalam bidang infrastruktur.
"Kebanggaan bagi Kementerian PUPR melihat kiprah PT Wijaya Karya di Aljazair. PT Wika sebagai rujukan pembangunan infrastruktur di negara ini. Untuk teknis pekerjaan, kualitas pekerjaan tidak perlu diragukan. You are in the right hand, you can sleep well," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (27/9).
Dia membandingkan hasil kerja Wika dengan pembangunan Grand Mosque yang dikerjakan oleh kontraktor negara lain. Dia menganggap hasil kerja PT Wika tergolong lebih baik. Lewat kesuksesan ini, Wika harus bersiap untuk proyek yang lebih besar. Menteri Basuki berpesan agar para pekerja tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga nama baik Indonesia.
Terdapat empat proyek pembangunan rumah yang tengah dikerjakan oleh PT Wijaya Karya di Aljazair dengan total nilai Rp 2,1 triliun dan melibatkan sebanyak 480 orang pekerja. Proyek pertama adalah pembangunan 1.700 unit Logement yang terbagi menjadi 70 blok dengan per blok berjumlah 25 unit bangunan terdiri dari 5 lantai.
Proyek bernilai Rp 629 miliar dimulai pada September 2017 dan ditargetkan selesai dalam 24 bulan dimana progresnya telah mencapai 20 persen.
Kedua, yakni proyek pembangunan 2.250 Logement di Ain Defla dan Khemis Miliana di Provinsi Ain Defla. Nilai proyek sebesar Rp 851 miliar yang dimulai September 2017 dan waktu penyelesaian 28 bulan.
Ketiga, pembangunan 400 Logements di Kourifa dengan nilai Rp 155 miliar yang dimulai sejak Mei 2017 selama 18 bulan. Proyek keempat adalah pembangunan 1.000 Logements di Souidania senilai Rp 390 miliar selama 26 bulan sejak Maret 2017.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com