Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa LG Energy Solution tidak mundur dari konsorsium, atau kerjasama usaha patungan pabrikan baterai listrik Indonesia Battery Corporation (IBC).
Bahlil menganggap kemungkinan itu sulit dipikirkan, lantaran LG telah menanamkan investasi dalam jumlah tak sedikit untuk investasi pabrik baterai kendaraan listrik, lebih dari USD 1 miliar atau Rp 15,2 triliun.
"LG tetap jalan terus. Orang sudah investasi, gimana batal. 10 giganya sudah dibangun di Karawang. Masa konstruksinya selesai tahun 2023 ini. Mana batal, itu investasi sudah kucur USD 1 miliar lebih," sebutnya dalam sesi konferensi pers, Kamis (16/2).
Diakui Bahlil, dirinya juga sudah tatap muka langsung dengan bos LG hingga MIND ID dalam waktu dekat ini. Sehingga ia punya keyakinan jelas perusahaan asal Korea Selatan itu tidak jadi menarik investasinya di IBC.
"Baru 4 hari lalu saya rapat dengan LG di kantor ini. Urusan LG di Kantor Kementerian Investasi, bukan di tempat lain. Kalau mau tanya, tanya ke sini," tegas dia.
Oleh karenanya, Bahlil meyakinkan, keterlibatan LG dalam joint venture IBC tidak ada perubahan sedikit pun. Perusahaan gabungan itu tetap akan jalan bekerjasama di pabrikan baterai kendaraan listrik.
"Yang ada berubah adalah anggota konsorsiumnya. Kalau anggota konsorsium kan urusan internal mereka. Memang mereka melaporkan ada perubahan di konsorsium. Tadinya mungkin 4 jadi 5," ungkapnya.
"Itu kan terintegrasi, dari mining, smelter, precussor, katoda, battery cell. Mungkin ada beberapa JV, di-switch-switch. Tapi saya pikir itu aksi korporasi biasa," pungkas Bahlil.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com