Menteri Bahlil Ajak Volkswagen Bangun Industri Bahan Baku Baterai Listrik

Bahlil juga terus mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasi mereka dalam industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Menteri Bahlil Ajak Volkswagen Bangun Industri Bahan Baku Baterai Listrik
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. ©2021 Merdeka.com

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia bertemu langsung dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components, Thomas Schmall dalam kunjungan kerjanya ke Wolfsburg, Jerman.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menjelaskan tentang komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dari hulu hingga ke hilir. Pihaknya pun siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Bahlil juga terus mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasi mereka dalam industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.

"Saya datang langsung ke sini, untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung," ucap Bahlil dalam keterangannya, ditulis Selasa (12/10).

Bahlil yakin dengan potensi Indonesia yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, hal ini tentunya menjadi peluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

"Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia agar industri ini tumbuh pesat. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan dan harga pun menjadi kompetitif," imbuh Bahlil.

Thomas Schmall selaku Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Menurut Thomas, Volkswagen Group mempunyai ketertarikan untuk membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor saja dari Indonesia.

Volkswagen juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait rantai nilai potensial bahan baku baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik baterai di Eropa yang akan datang serta informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan II tahun 2025 mendatang," ujar Thomas.

Rekomendasi