Menperin: Tugas anggota DPR berikutnya, cabut subsidi BBM
Merdeka.com - Sebagai warga negara, Menteri Perindustrian MS Hidayat menggunakan hak suaranya di TPS 10 di Yayasan Triguna Jl. Hang Lekir 3/17 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pemilihan calon anggota legislatif ini, Hidayat berharap institusi DPR periode 2014-2019 diisi orang baik yang lebih melihat kepentingan nasional dan mengesampingkan kepentingan partai.
Dalam pandangan Hidayat, anggota legislatif atau DPR punya pekerjaan rumah yang krusial yaitu mencabut subsidi BBM. Anggaran subsidi saat ini dinilai sudah sangat memberatkan negara.
"Siapapun nanti yang memerintah program ekonomi mendesak yaitu pelepasan subsidi BBM. Ini membebani keuangan negara. Siapapun itu (DPR) ini akan jadi persoalan. Ini harus lepas dari kepentingan politik masing masing dan harus ada kesepakatan dengan pemerintah," ucap Hidayat ketika ditemui di Jakarta, Rabu (9/4).
Anggota legislatif diharapkan mempunyai persiapan dan pemahaman mengenai program dan visi pemerintah. Pencabutan subsidi BBM harus keluar dari kepentingan partai manapun.
"Saya ingin dimenangkan legislator lebih baik, persiapan dan pemahaman yang kuat mengenai program pemerintah. Serta mempunyai visi lebih bagus, terserah dari partai manapun."
Tidak hanya itu, Hidayat juga berharap anggota legislatif terpilih untuk lima tahun ke depan mempunyai komitmen kuat mendukung perindustrian dalam negeri. Banyak RUU strategis yang harus diselesaikan menunggu persetujuan DPR.
"Banyak RUU strategis yang nanti membutuhkan persetujuan DPR. Kalau pemahaman legislator baik dan mengerti mereka akan sepakat. Legislator itu tidak sepenuhnya terpaku program partai tapi kesepakatan nasional," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya