Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 tidak akan mempengaruhi hubungan dagang Indonesia dengan AS. Latar belakang Trump sebagai pengusaha dinilai justru akan menguntungkan Indonesia.
Hal ini akui oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam acara temu media di Kantornya, Jakarta, Jumat (11/11).
Menurut Enggar, AS selama ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Total ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut tercatat mencapai USD 16,24 miliar.
"Kita harap hubungan kerja sama kita bisa semakin meningkat dan kita menyakini hubungan dagang antara satu dan lain pasti berlanjut. Apalagi latar belakangnya pengusaha, saya juga pengusaha sama pula properti, tentu kita berpikir dari kaca mata usaha. Jadi kita lebih banyak melihat bagaimana perkembangan berikutnya."
Dunia saat ini menurut Enggar sedang menunggu susunan kabinet ekonomi bentukan Presiden Trump. "Yang kita tunggu adalah kabinet ekonominya, siapa yang akan duduk di menteri ekonominya di situ akan kelihatan warnanya," ujarnya.
Mengenai sikap Trump yang sangat proteksionis, Enggar beranggapan sangat wajar sekali karena dalam kondisi global yang seperti ini bahkan negara lain juga cenderung menerapkan hal yang sama.
"Jadi tidak berlaku di AS saja, dan itu wajar sekali dan itu yang kita hadapi dalam perjalanan ke depan. China dengan pertumbuhan ekonomi yang turun maka dia sudah melakukan langka yang terkesan itu langka yang proteksionis," ujarnya.