Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi telah menunjuk Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) baru yang menggantikan posisi Gita Wirjawan . Luthfi merupakan mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang.Pengamat Ekonomi, Aviliani menilai latar belakang Luthfi tidak akan berpengaruh terhadap kerja sama antara Indonesia dan Jepang."Tidak ada Luthfi pun, kerja sama dengan Jepang sudah jalan. Bahkan Jepang luar biasa membiayai (proyek) di Indonesia, misalnya JICA karena mereka (Jepang) juga berkepentingan mengimpor otomotif. Jadi tidak ngaruh," ujarnya usai acara 'Seminar Kiat Pendanaan KPR Saat Bunga Tinggi' di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (12/2).Terlepas itu, pekerjaan utama Mendag memang soal harga pangan yang masih bergejolak dan berpengaruh terhadap inflasi bulanan maupun tahunan."Beras memberi kontribusi inflasi sebesar 20 persen serta makanan dan minuman sebesar 30 persen. Artinya sumbangan inflasi dari pangan sendiri sebesar 50 persen," jelas dia.Sumbangan inflasi yang cukup besar ini, menurut Aviliani, tidak akan menyusut apabila tidak ada kestabilan harga pangan. Ini yang menjadi tantangan bagi Mendag baru pengganti Gita Wirjawan tersebut."Tantangannya bagi Mendag baru bisa tidak nurunin harga pangan. Kalau bisa, itu jadi satu prestasi," tutupnya.
Mendag baru tak akan pengaruhi kerja sama Indonesia-Jepang
"Tidak ada Luthfi pun, kerja sama dengan Jepang sudah jalan," ucap Aviliani.
Halaman Berikutnya
Respons Aspirasi Warga, Satgas PRR Pastikan Jembatan Enang-Enang Segera Diperkuat
Rekomendasi