Luhut percepat proses pembangunan pembangkit 35.000 MW
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan mempercepat proses perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) dalam megaproyek pembangkit listrik 35.000 megawatt. Proses ini akan dipercepat sampai delapan bulan agar financial close dapat cepat selesai.
"Untuk proses price agreement itu kan sampai dua tahun, kalau bisa dipercepat 8 bulan 10 bulan supaya cepat jadi. Financial closing juga agak lambat, yang sebenarnya dalam dua tahun paling tidak 1,5 tahun sudah bisa konstruksi," kata Luhut saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis(8/9).
Guna menggenjot percepatan financial closing, pihaknya telah berdiskusi dengan PLN. "Lagi diolah sama PLN mestinya sudah oke," ujarnya.
Menurut Luhut, pada 2019 akan ada sebanyak 23.000 megawatt pembangkit baru mulai beroperasi komersial atau Commercial Operation Date (COD).
"Sisanya tadi 10.000 sampai 12.000 megawatt itu financial close sudah, selesai 2020 sudah oke, karena 2020 kita mau tambah 8.000 megawatt yang baru," ujarnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya