Bagi sebagian orang yang belum memiliki pasangan, biro jodoh dipandang sebagai solusi. Meskipun disadari tidak semua beruntung mendapatkan belahan jiwa dari jasa para mak comblang itu.
Berangkat dari kebutuhan mendapat pasangan, para tuna asmara alias jomblo tak segan merogoh kantong dalam-dalam demi membayar jasa biro jodoh. Karena impian para jomblo inilah jasa biro jodoh tetap bertahan dan eksis.
Bisnis biro jodoh semakin besar berkat bantuan teknologi internet. Bisnis pencarian pasangan hidup ini pun bisa diakses hingga ke pelosok dan daerah di seluruh Indonesia.
Bambang Ariyanto memanfaatkan situs jejaring sosial Facebook demi melancarkan bisnis biro jodoh miliknya. Tentu saja, dalam bisnis tidak ada makan siang gratis. Apalagi berhubungan dengan kehidupan masa depan seseorang
"Awalnya kami gratiskan tapi sejak tiga bulan lalu kami sudah komersilkan," ujar Bambang saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, Jumat (19/6).
Sebagai konsultan jodoh, Bambang memilih membentuk kelas biro jodoh, di dalamnya berisi orang-orang yang cocok sesuai dengan kepribadiannya. Untuk menjadi klien sekaligus member reguler, dikenakan biaya Rp 250.000 per orang. Jika berhasil melenggang sampai jenjang pernikahan, member di biro jodohnya itu berkewajiban memberi mahar Rp 10 juta per orang.
Untuk member reguler, hanya dianalisa kepribadiannya dan mencarikan profil pasangan yang cocok. Sementara untuk member premium mendapat fasilitas terapi secara langsung baik terapi aura, energi, hipnoterapi, tanda tangan dan teknik terapi lainnya.
"Jika berhasil pasangan tersebut sampai menikah, mereka wajib membayar kami Rp 10 juta," terang dia.
Advertisement
Razi Thalib, pendiri biro jodoh online setipe.com melihat peluang meraup pundi-pundi keuntungan dari bisnis ini sangat besar di Indonesia. Hanya menjembatani anggota yang benar-benar cocok dan sama-sama ingin hubungan jangka panjang hingga ke jenjang pernikahan.
Razi mengaku modal yang dibutuhkan untuk membangun situs ini tidak lebih dari Rp 100 juta. Modalnya berasal dari patungan Razi bersama empat temannya, Kevin Aluwi, Pingkan Rumondor, Ziyad Bazed dan Christian Sugiono. Mereka merogoh kantong pribadi masing-masing untuk membidani setipe.com.
Beda dengan yang dijalankan Bambang, Razi belum ingin menambah beban para jomblo dengan biaya jasa mendapatkan pasangan hidup.
"Hingga saat ini setipe.com masih gratis, biaya operasional masih ada modal tahun lalu dari investor kami, yang penting keuntungan kami dari mulut ke mulut untuk saat ini. Sehingga situs kami di baca dan menarik orang untuk datang," katanya.
Tujuan melahirkan setipe.com, Razi ingin membangun persepsi positif mengenai online dating di tengah masyarakat Indonesia. Di sini banyak masyarakat Indonesia yang menganggap online dating merupakan hal yang dapat merendahkan harga diri.
"Keanggotaan kami bersifat terbuka namun soal privasi anggota 100 persen terjamin, karena yang tahu perusahaan saja," tambahnya.