Ketepatan waktu terbang angkutan mudik di bandara AP II 80 persen

Ketepatan waktu terbang angkutan mudik di bandara AP II 80 persen. PT Angkasa Pura II (Persero), pada tahun ini, mencatat pergerakan penumpang pada H-10 sampai H+7 (15 Juni – 3 Juli 2017) di 13 bandara AP II tercatat mencapai 6,13 juta penumpang atau naik 9,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Ketepatan waktu terbang angkutan mudik di bandara AP II 80 persen
Bandara Soekarno Hatta. ©jetphotos.net

PT Angkasa Pura II (Persero), pada tahun ini, mencatat pergerakan penumpang pada H-10 sampai H+7 (15 Juni – 3 Juli 2017) di 13 bandara AP II tercatat mencapai 6,13 juta penumpang atau naik 9,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Jika dikelompokkan, maka jumlah penumpang pada arus mudik pada H-10 hingga H1 (15-25 Juni 2017) sebanyak 3,57 juta penumpang dan pada arus balik yaitu H2 hingga H+8 (26 Juni-4 Juli 2017) sebanyak 2,55 juta penumpang. Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta jumlah pergerakan penumpang pada H-10 sampai H+7 sebanyak 3,60 juta penumpang, di mana pada arus mudik tercatat 2,51 juta dan saat periode arus balik yakni 1,45 juta penumpang.President Direktur PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, secara umum operasional dan pelayanan bandara selama angleb berjalan normal, lancar, dan nyaman. Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat pada angleb tahun ini dibarengi dengan semakin membaiknya performa maskapai. "Meskipun terjadi peningkatan signifikan jumlah extra flight, dari 689 pada angleb 2016 menjadi 1.639 pada angleb 2017, ternyata performa maskapai justru membanggakan. Dilihat dari tingkat ketepatan waktu atau on time performance yang mencapai 80 persen," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/7).AP II berterima kasih kepada maskapai, ground handling, regulator, dan seluruh stakeholder terkait sehingga dapat mewujudkan pemenuhan on time performance atau OTP. Pemenuhan OTP ini juga didorong pengaturan jadwal yang baik di bandara khususnya terkait extra flight serta diperpanjangnya jam operasional bandara-bandara AP II hingga pukul 24.00 WIB. "Di samping Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Kualanamu yang sudah beroperasi 24 jam," paparnya.Adapun standar pelayanan selama periode angleb tahun ini juga meningkat seiring dengan beroperasinya terminal baru di sejumlah bandara AP II seperti di Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Internasional Supadio di Pontianak, dan tentunya Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta."Lalu lintas angleb sebesar 60 persen berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, oleh karena itu kami meyakini Terminal 3 yang merupakan terminal termodern dan termegah di Indonesia ini memiliki peran penting dalam mensukseskan angleb secara keseluruhan," tuturnya.

Rekomendasi