KemenkumHAM rogoh Rp 44 M di seleksi CPNS 2017, terbesar untuk sewa komputer

Menteri Yasonna mengaku pihaknya kerap mendapat keluhan dari berbagai pihak termasuk Ombudsman terkait keharusan pelaksanaan tes di Jakarta. Sebab, tes ke Jakarta butuh biaya besar sedangkan belum ada jaminan bisa lolos seleksi. Itulah yang mendasari dikeluarkannya kebijakan pelaksanaan tes di daerah.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
KemenkumHAM rogoh Rp 44 M di seleksi CPNS 2017, terbesar untuk sewa komputer
Tes CPNS. ©2017 Merdeka.com/Kirom

Kementerian Hukum dan HAM, dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini, memiliki formasi terbanyak di antara seluruh kementerian dan lembaga (K/L) lainnya yaitu mencapai 17.526. Dari jumlah ini formasi terbanyak ialah sipir dengan kuota 14.000.Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, mengatakan, pada seleksi CPNS tahun ini, anggaran yang digelontorkan KemekumHAM mencapai Rp 44 miliar. Biaya terbesar ialah untuk sewa komputer mengingat pelaksanaan tes menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test)."Coba bayangkan sewa komputer saja di daerah itu berapa? Karena ini yang hadir 560.000 untuk tes di semua daerah," kata Menteri Yasonna di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (9/10).Mulai tahun ini pelaksanaan tes dipusatkan di sejumlah ibukota provinsi. Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana tes dilaksanakan di Jakarta. Selain biaya sewa komputer, KemenkumHAM juga harus mengirim tim ke setiap daerah untuk memantau pelaksanaan tes. "Itu juga (biayanya) membengkak. Tidak apa-apa untuk mengambil resource yang lebih baik dan merespons kebutuhan publik," jelasnya.Menteri Yasonna mengaku pihaknya kerap mendapat keluhan dari berbagai pihak termasuk Ombudsman terkait keharusan pelaksanaan tes di Jakarta. Sebab, tes ke Jakarta butuh biaya besar sedangkan belum ada jaminan bisa lolos seleksi. Itulah yang mendasari dikeluarkannya kebijakan pelaksanaan tes di daerah. "Maka kami katakan negara yang bayarlah," ujarnya. Hari ini para peserta tes CPNS Kemenkumham melaksanakan SKB (Seleksi Kemampuan Bidang) di setiap daerah. Tes wawancara juga akan dilaksanakan di daerah. "Kita kirim tim wawancara ke daerah. Kita kirim tim supervisi dari sini nanti Eselon I dan beberapa Eselon II ke seluruh daerah untuk supervisi," jelasnya. "Makanya kita kasih ingat para Kanwil di daerah kamu lakukan yang benar supaya jangan ada macam-macam," sambungnya.

Rekomendasi