Kemenag akan jadikan ikan menu utama jemaah haji dan umrah Indonesia

Sri memaparkan, Kemenag tengah mengusulkan penambahan konsumsi bagi jemaah Haji Indonesia. Dia menyebutkan, pemberian katering pada saat jemaah berada di Makkah akan bertambah, dari 25 kali menjadi 40 kali. Begitu juga pada saat di Madinah, konsumsi akan ditingkatkan jadi 18 kali, dan di Armina sebanyak 16 kali.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kemenag akan jadikan ikan menu utama jemaah haji dan umrah Indonesia
Dapur katering jemaah haji. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

Kementerian Agama (Kemenag) berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menambah menu ikan pada makanan para jemaah ibadah Haji Indonesia 2018. Hal ini dalam upaya menggenjot konsumsi ikan mengingat jemaah haji Indonesia terbesar di dunia.

"Kita heran, kenapa ya potensi besar ini tidak dimanfaatkan. Padahal jemaah haji kita terbesar di dunia, dengan jumlah sekitar 221.000 (data 2017)," keluh Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis, di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (11/4).

"Umrahnya juga besar sekali, bisa empat kali lipatnya jumlah jemaah ibadah haji. Bisa mencapai 900 ibu dalam satu tahun," tambah dia.

Sri memaparkan, Kemenag tengah mengusulkan penambahan konsumsi bagi jemaah Haji Indonesia. Dia menyebutkan, pemberian katering pada saat jemaah berada di Makkah akan bertambah, dari 25 kali menjadi 40 kali. Begitu juga pada saat di Madinah, konsumsi akan ditingkatkan jadi 18 kali, dan di Armina sebanyak 16 kali.

Tidak hanya menambah jumlah pemberian konsumsi, dia mengungkapkan, menu makan ikan seperti patin, kakap, sampai gurame akan Kemenag berikan beberapa kali dalam waktu sepekan. "Menu ikan di Makkah selama seminggu akan ada empat kali. Kalau di Madinah lima kali menu ikan," jelas dia.

Namun begitu, masih ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya keterbatasan bahan baku makanan dari Tanah Air. Dia menyatakan, kendala itu menyebabkan Kemenag kesulitan untuk menetapkan menu makanan khas Indonesia kepada para jemaah Haji. Apalagi, tidak mungkin juga mendapatkan bahan baku pangan dalam jumlah besar pada saat musim Haji.

"Memang, produk-produk seperti sayur mayur ada di sana. Tapi kebanyakan berasal dari Thailand. Produk asli dalam negeri malah tidak ada di sana," ungkap dia.

Oleh karena itu, Kemenag tahun ini akan coba mengundang importir Arab Saudi untuk mendatangkan bahan baku makanan dari Indonesia, seperti bumbu masak, minuman, hingga kopi asli Nusantara.

Produk ikan sebagai salah satu menu favorit jemaah juga tak luput dari perhatian. Sri memikirkan, bagaimana caranya agar komoditas ikan, khususnya ikan patin, bisa lebih mudah masuk ke pasaran Arab Saudi.

"Patin sendiri kata KKP telah diekspor ke berbagai negara. Kita berharap, patin juga bisa masuk ke pasar Arab Saudi. Kita harapkan, penyedia katering di sana agar mengutamakan membeli patin dari Indonesia," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi