Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta membantah pernyataan adanya penurunan daya beli masyarakat terjadi pada tahun ini. Arif mengatakan, data-data yang dimiliki oleh pemerintah sama sekali tidak menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat. "Sampai triwulan II tahun ini, pertumbuhan ekonomi masih 5,1 persen. Bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I. Artinya apa? Kita sebenarnya on track perjalanan ekonomi kita," ujar Arif di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (5/8).Arif melanjutkan, memang terlihat ada penurunan daya beli masyarakat pada beberapa indikator. Namun penurunan konsumsi tersebut hanya terjadi pada kebutuhan sekunder, seperti perawatan tubuh, pembelian shampo untuk perawatan, dan kebutuhan lain yang tidak utama. "Memang ada penurunan terhadap konsumsi. Seperti ke barang tahan lama ya secondary needs, atau kebutuhan sekunder seperti skin care, perawatan tubuh, pembelian shampoo dan lain lain," jelasnya.Arif menambahkan, data dari Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan tingkat keyakinan konsumen maupun ekspektasi konsumen menunjukkan tren positif sepanjang triwulan II. Apabila trennya positif maka, ekspektasi masyarakat terhadap ekonomi di masa mendatang juga akan dipengaruhi."Ketiga data dari BI menunjukan terkait dengan tingkat keyakinan konsumen maupun ekspektasi konsumen, keyakinan konsumennya optimis ya sepanjang triwulan II tahun ini. Kalau average nya positif ekspektasi keadaan ekonomi di masa yang akan datang akan dipengaruhi," pungkasnya.
KEIN bantah tengah terjadi penurunan daya beli masyarakat
KEIN bantah tengah terjadi penurunan daya beli masyarakat. Arif mengatakan, data-data yang dimiliki oleh pemerintah sama sekali tidak menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Memang terlihat ada penurunan daya beli masyarakat pada beberapa indikator. Namun penurunan konsumsi hanya pada kebutuhan sekunder.
Rekomendasi