Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kebutuhan meningkat, Indonesia ketergantungan impor gas elpiji

Kebutuhan meningkat, Indonesia ketergantungan impor gas elpiji gas elpiji. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISN) Pertamina, Daniel Sahputra Purba mengaku saat ini Indonesia masih tergantung impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) karena kebutuhan elpiji dalam negeri akan terus meningkat.

"Tahun ini 70 persen LPG impor. Jadi kita akan tergantung impor. Tahun sebelumnya impor elpiji 65 persen," kata Daniel di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (17/1).

Kendati begitu, lanjut Daniel pihaknya akan menandatangani kontrak pembelian jangka panjang 90 persen untuk impor LPG dari Timur Tengah. Dia berharap beroperasinya Panama kanal di Amerika Serikat akan banyak kapal yang menampung elpiji dari Amerika masuk ke kawasan Asia Pasifik.

"Sekarang kita akan lakukan lebih awal, untuk mengakomodir kargo-kargo yang masuk ke Asia Pasifik, kita harapkan harganya lebih menarik bisa berkompetisi dengan sumber pasokan sebelumnya (dari timur tengah)," jelasnya.

Selain itu, kata dia 30 persen dari seluruh pasokan LPG di Indonesia akan dipasok dari kilang milik Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) lainnya di dalam negeri. Pada 2016, kebutuhan elpiji di Indonesia tercatat sebesar 6,57 juta ton, dan 4,37 juta ton adalah hasil impor luar negeri dari Timur Tengah.

"Dari dalam negeri itu sumbernya dari pertamina sendiri, atau dari lapangan KKKS, dan yang cukup besar itu dari LNG Bontang," tukasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP