Harga cabai di pasar Rp 140.000/Kg, di petani cuma Rp 90.000/Kg

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, harga cabai hijau dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 32.000 per kilogram, rawit putih dari Rp 37.000 per kilogram turun menjadi Rp 23.000 per kilogram.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harga cabai di pasar Rp 140.000/Kg, di petani cuma Rp 90.000/Kg
Cabai merah. ©2016 merdeka.com/hana adi

Harga cabai di tingkat petani di lereng Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir cenderung turun.

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, harga cabai hijau dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 32.000 per kilogram, rawit putih dari Rp 37.000 per kilogram turun menjadi Rp 23.000 per kilogram.

Kemudian harga cabai keriting merah dari Rp 37.000 per kilogram menjadi Rp 20.000 per kilogram dan cabai rawit merah dari Rp 90.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram.

Seorang petani warga Mranggen Kulon, Kecamatan Bansari, Safe'i mengatakan, harga cabai kriting merah turun cukup drastis, sedangkan harga cabai rawit merah meskipun turun harga masih relatif tinggi.

Dia menuturkan, tanaman cabai rawit miliknya sudah memasuki masa akhir panen dan sebentar lagi diganti tanaman tembakau.

Safe'i menyebutkan tanaman cabai rawit miliknya ditanam pada April 2016, sekitar empat bulan kemudian mulai panen. Waktu petik pertama harga cabai rawit putih Rp 26.000 per kilogram dan rawit merah Rp 36.000 per kilogram.

"Meskipun harga cabai rawit merah di pasaran pernah mencapai Rp 140.000 per kilogram, harga di tingkat petani paling tinggi berkisar Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram," katanya seperti ditulis Antara.

Panen cabai rawit merah akhir-akhir ini hasilnya lumayan, namun biaya pemeliharaan tanaman cabai juga cukup tinggi, karena pupuk maupun obat-obatan tanaman cabai juga mahal.

Dikatakannya, sebagian petani lebih memilih menjual cabai waktu masih putih, tidak menunggu sampai merah, karena untuk menunggu sampai merah membutuhkan waktu. "Karena terdesak kebutuhan, sebagian petani menjual cabai rawit belum sampai merah. Meskipun dipetik belum merah petani masih bisa untung karena harga cukup tinggi," katanya.

Rekomendasi