CIMB Niaga Salurkan KPR Rp35,78 Triliun Sepanjang 2020

Penyaluran KPR secara umum di tahun lalu tetap tumbuh 5,9 persen. Realisasi KPR konvensional tercatat Rp21,15 triliun sedangkan KPR syariah sebesar Rp14,63 triliun.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
CIMB Niaga Salurkan KPR Rp35,78 Triliun Sepanjang 2020
CIMB Niaga. ©2013 Merdeka.com

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga, Heintje Mogi mengatakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi tulang punggung kinerja perbankan Bank CIMB Niaga selama tahun 2020. Tercermin dari pembiayaan KPR selama tahun lalu mencapai Rp35,78 triliun.

"KPR di kami ini jadi backbone. Di kita hampir mendekati Rp36 triliun," kata Heintje dalam Diskusi Bersama CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (18/3).

Penyaluran KPR secara umum di tahun lalu tetap tumbuh 5,9 persen. Realisasi KPR konvensional tercatat Rp21,15 triliun sedangkan KPR syariah sebesar Rp14,63 triliun. Adapun plafon pembiayaan yang paling diminati yakni kredit properti dengan harga mulai Rp700 juta sampai Rp800 juta.

"Yang paling diminati tahun 2020 di bawah Rp1 miliar, paling banyak Rp700 juta sampai Rp800 juta," kata dia.

Dari sisi produk yang paling diminati yakni program Smart Rate yang memiliki acuan bunga SBI plus dan produk Xtra Pasti yang dilaunching Bank CIMB Niaga pada Oktober 2020 lalu. Program ini merupakan pemberian kepastian bunga pada kredit dengan jenjang yang berbeda.

Produk Fixed 9,5 persen 10 tahun menjadi yang paling diminati. Sebab selama 10 tahun bunga KPR tetap 9,5 persen. Produk ini diminati untuk tipe rumah atau apartemen dengan harga Rp500 juta sampai Rp800 juta.

"Yang paling diminati ini fixed 10 tahun dengan bunga 9,5 persen untuk tipe rumah dan apartemen harga Rp500 juta sampai Rp800 juta," katanya.

Heintje menambahkan, program ini bekerja sama dengan 800 developer yang ada di Indonesia. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan evaluasi ke setiap developer atau rekanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Bila ada developer atau rekanan yang kurang memuaskan pelanggan, maka dia akan melakukan evaluasi kerja sama.

"Jadi kami lihat dulu kinerjanya, karena prioritas kami ini di pelanggan," kata dia.

Rekomendasi