Cerita awal rencana kenaikan BBM dan kemudian dibatalkan

Kenaikan harga BBM jenis premium ditunda. Bagaimana sebenarnya cerita awal ada rencana menaikkan namun akhirnya ditunda? Berikut penjelasannya:

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Cerita awal rencana kenaikan BBM dan kemudian dibatalkan
Antrean BBM. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Rencana pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium akhirnya dibatalkan. Alasan pembatalan kenaikan harga premium karena masih membutuhkan kajian mendalam. Tapi untuk harga pertamax, pemerintah sudah menaikkan harganya menjadi Rp 10.400.

Bagaimana sebenarnya cerita awal ada rencana menaikkan namun akhirnya ditunda? Berikut penjelasannya:

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan kenaikan harga Premium memang telah dibahas oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Pertamina. Namun, Menteri Rini tidak hadir saat itu karena berada di Palu.

"Sudah ada pembicaraan tapi saya tidak ada karena waktu itu di Palu. Saya juga tidak tahu apa pembicaraannya antara Pak Jonan, Bu Menkeu, dengan yang lain, mungkin sudah ada pembicaraan itu (kenaikan harga Premium)," ujarnya

Kabar tentang kenaikan harga BBM jenis premium disampikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat berada di Bali. Ia mengatakan, kenaikan jenis premium akan mulai berlaku pada pukul 18.00 WIB. Jonan mengumumkan rencana kenaikan harga premium di Jawa, Madura dan Bali sebesar Rp 7.000 dan di luar wilayah itu Rp 6.900 perliter.

Kabar kenaikan premium dalam waktu singkat menyebar luas ke masyarakat. Namun, mendadak rencana kenaikan itu batal setelah ada instruksi dari Presiden Jokowi."Sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 secepatnya Pukul 18.00 hari ini agar ditunda," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi.Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan penundaan kenaikan BBM jenis Premium lebih dikarenakan belum siapnya Pertamina. Kepastian itu didapat setelah Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan pengecekan langsung ke Pertamina.

Menteri Rini mengaku sudah mendapat laporan dari menteri Jonan tentang rencana kenaikan Premium. Setelah itu, dia melaporkan hasil laporan yang ia dapat kepada Jokowi. "Memang pembicaraan dengan Pak Jonan, Pak Jonan bilang Bu coba kita ini deh (naikkan harga Premium) karena tadi pembicaraan ada kenaikan Rp 450. Kemudian saya bicara dengan Presiden," jelasnya.Presiden Jokowi pun langsung meminta rencana kenaikan Premium dibatalkan. "Setelah di-review ini negatif impact untuk inflasi dan untuk daya beli masyarakat yang kecil dan menengah. Sudah, saya instruksikan untuk tidak naik," tandas Menteri Rini.

Rekomendasi