Brexit buat produk ekspor Indonesia raup untung besar

Fenomena keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) memperkuat nilai tukar Rupiah, salah satunya terhadap Euro.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Brexit buat produk ekspor Indonesia raup untung besar
Ilustrasi Ekspor Impor. ©2014 Merdeka.com

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan fenomena keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) memperkuat nilai tukar Rupiah, salah satunya terhadap Euro. Hal ini membuat harga produk ekspor dalam negeri ke Eropa menjadi lebih mahal."Ini karena Euro melemah sehingga mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli produk kita. Seperti Eropa dan Inggris. Tapi kalau naiknya kecil tidak akan terlalu parah. Tidak terlalu masalah," kata Sasmito di gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/7).Hal ini terlihat dari ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada Juni 2016 yang meningkat sebesar 4,4 persen, dari USD 1,18 miliar pada Mei 2016 menjadi USD 1,23 miliar. Sedangkan untuk impor nonmigas dari Uni Eropa pada Juni 2015 meningkat 8,14 persen, dari USD 852,2 juta pada Mei 2016 menjadi USD 921,6 juta."Kalau dilihat ekspor di semua negara (Eropa), pengusaha kita masih pegang pangsa pasar di negara tujuan ekspor. Bulan Juni ekspor impor kita ke Eropa meningkat," imbuhnya.Dengan demikian, dia memprediksikan bahwa kegiatan ekspor impor dalam negeri ke Uni Eropa akan menunjukkan perbaikan di bulan Agustus.

Rekomendasi