Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen. Pertumbuhan ekonomi ini akan ditopang tingginya permintaan domestik.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, tingginya permintaan domestik juga dipicu banyaknya event atau acara yang digelar di Indonesia pada 2018 mendatang. Salah satu contohnya adalah Asian Games, pertemuan tahunan IMF-World Bank serta Pilkada serentak.
"Dalam jangka pendek itu ada stimulus pemerintah. Kemudian momen pilkada, dan Asian Games akan berpengaruh pada permintaan domestik, khususnya konsumsi," ungkap Agus dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (28/11).
Selain itu, investasi pemerintah di sektor pembangunan infrastruktur tetap akan menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
Di sisi lain kata Agus, bank sentral akan terus berupaya menjaga agar tingkat inflasi tetap berada pada level yang telah ditetapkan.
"Sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi ini, dan komitmen Bank Indonesia untuk mencapai target inflasi secara konsisten, inflasi 2018 akan berada pada kisaran 3,5 plus minus 1 persen," tegasnya.