Bank Indonesia (BI) memperkirakan pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan berlangsung positif. Hal ini ditunjukkan dari berbagai indikator perekonomian yang menunjukkan pemulihan.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, perbaikan ekonomi Indonesia ini sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Untuk tahun ini, bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh antara 4,8 persen sampai dengan 5,8 persen.
"Di 2021, kami memproyeksikan pemulihan ekonomi sedang berjalan positif, dengan outlook kami untuk GDP 2021 adalah 4,8 sampai 5,8 persen didukung oleh ekspor kita," kata dia dalam Mandiri Investment Forum secara virtual di Jakarta, Rabu (3/2).
Perry menambahkan, pemulihan ekspor nasional ini tentunya tak lepas dari membaiknya perekonomian global tahun ini. Selain itu, mobilitas masyarakat juga diprediksi mulai meningkat setelah adanya program vaksinasi yang telah dimulai di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Untuk pertumbuhan ekspor itu datangnya dari ekspor, pembiayaan fiskal dan konsumsi. Kami meramalkan bahwa stabilitas makro ekonomi kita akan terus berjalan dan juga peningkatan akan terjadi, akan bisa dijaga," ungkapnya.
Dia menyebut, perbaikan ekspor akan mendukung perbaikan defisit transaksi berjalan, didukung oleh aliran modal yang lebih besar tahun ini. Untuk defisit transaksi berjalan (CAD), BI memperkirakan akan berada pada minus satu sampai dua persen dari PDB.
"Portofolio yang masuk kita perkirakan USD19,4 miliar, itu di luar dari investasi langsung dan itu juga dengan dukungan dan dorongan dari pemerintah, dan juga penerapan dari Undang-Undang Cipta Kerja," pungkas dia.