Bos AP II sedih jumlah penumpang transit di Cengkareng masih minim

"Kita akan mengubah tadinya destinasi menjadi transit airport (Terminal 3) seperti Changi."

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bos AP II sedih jumlah penumpang transit di Cengkareng masih minim
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Novita Intan Sari©2016 Merdeka.com

PT Angkasa Pura II (Persero) tengah menyelesaikan pembangunan Terminal 3 Ultimate dan revitalisasi Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Keberadaan Terminal 3 diharapkan akan menjadi pesaing Bandara Changi Singapura yang saat ini masih menjadi bandara transit terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Kita akan mengubah tadinya destinasi menjadi transit airport (Terminal 3) seperti Changi," ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya di kantornya, Tangerang, Rabu (27/1).

Budi mengakui, Bandara Soekarno Hatta masih kalah dari sisi transit di banding bandara di ASEAN lainnya. Bahkan, jumlah transit di bandara yang berada di Cengkareng ini terbilang minim.

"Kita kalah dengan Kuala Lumpur jumlah transit, kalau internasional cuma 12 juta kalau Malaysia di atas 25 juta. Dari 12 juta yang transit hanya 1-2 juta, sedangkan dari Malaysia hampir semua transit. Kita sedih," jelas dia.

Untuk itu, secara desain Terminal 3 dirancang dengan fasilitas layaknya bandara kelas dunia. Fasilitas yang mendukung seperti hotel transit, lokasi perbelanjaan kelas dunia, galeri budaya, fasilitas kereta antar terminal atau automated people mover system, hingga kereta khusus bandara dari atau ke Jakarta.

"Terminal 3 kita rancang seperti etalase Indonesia. Kita punya kekuatan art and culture. Disitu jadi display produk kita," tutupnya.

Rekomendasi