BI ingatkan kenaikan peringkat utang RI momentum pengusaha cari pembiayaan

Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Nanang Hendarsyah, menjelaskan peringkat tersebut mendorong peningkatan kepercayaan pasar terhadap berbagai instrumen investasi yang ada, salah satunya terhadap obligasi korporasi. Selain itu, hal ini juga menunjukkan perbaikan kepercayaan dunia internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI ingatkan kenaikan peringkat utang RI momentum pengusaha cari pembiayaan
gedung bertingkat kawasan scbd. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Nanang Hendarsyah, mengatakan dunia usaha harus mampu memanfaatkan momentum kenaikan peringkat surat utang atau Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil oleh Moodys Investor Service (Moodys). Mengingat saat ini, suku bunga BI juga rendah.

"Saya menekankan bahwa ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan oleh dunia usaha. Karena suku bunga yang rendah yang ada sekarang, rating investment yang bagus ini adalah kesempatan momentum yang harus dimanfaatkan, karena ke depan kita tantangannya masih berat terutama dari global," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/4).

Nanang menjelaskan, peringkat tersebut mendorong peningkatan kepercayaan pasar terhadap berbagai instrumen investasi yang ada, salah satunya terhadap obligasi korporasi. Selain itu, hal ini juga menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin membaik.

"Kalau ratingnya meningkat ini akan menimbulkan kepercayaan pasar terhadap berbagai instrumen yang ada. Walaupun ini sebetulnya long term sovereign rating terutama surat berharga yang dikeluarkan oleh negara. Tetapi kan ini akan berdampak ke instrumen lainnya seharusnya termasuk obligasi korporasi," jelasnya.

Sebelumnya, Lembaga pemeringkat Moodys Investor Service (Moodys) meningkatkan peringkat surat utang atau Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil pada 13 April 2018. Moodys menyatakan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah kerangka kebijakan yang kredibel dan efektif yang dinilai kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

Rekomendasi